Tag Archives: termlife

Asuransi = PROTEKSI, bukan cari untung, bukan investasi!

foto-personal-trainerSungguh pilu saya mendengar cerita ini..

Minggu lalu saya sharing dengan seorang BP saya yang juga ber-profesi sebagai Personal Trainer Professional. Singkat cerita, dia cerita tentang kisah temannya, seorang marketing in-house untuk Gym di tempat dia bekerja.

Pada tahun 2014, wanita berusia 28 tahun ini terdiagnosa Kanker Otak stadium 2, saking tidak percaya sama analisa dokter, check-up ke Singapore pun dilakukan dan malah dinyatakan Kanker Otak stadium 3. Wow … Untuk biaya treatment awal bisa dilakukan dengan tarif lebih dari Rp. 100.000.000, karena berat biaya dia pun memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia dan lanjut bekerja seperti biasa, apa boleh buat?

Sangat menyedihkan, namun bagian cerita berikut ini yang buat hati saya makin tenggelam pilu… Baca lebih lanjut

Iklan

Unit Link, antara Investasi atau Proteksi

insurance-vs-investmentMasyarakat Indonesia saat ini sedikit demi sedikit mulai peduli akan fungsi asuransi untuk proteksi finansial. Meski masih tertinggal jauh dengan negara tetangga. Namun, ada kontroversi yang paling mencolok yaitu sorotan terhadap asuransi berjenis unit link. Asuransi ini merupakan produk perkembangan terkini, asuransi yang berkait dengan investasi. Selintas lalu, hal ini nampak menguntungkan. Akan tetapi dengan perkembangan informasi yang cepat. Terjadilah kubu pro dan kontra terhadap produk ini. Bagaimana kita sebagai masyarakat umum mencoba bersikap??

Perbandingan Asuransi Unit Link dengan Asuransi Tradisional

Mari kita contohkan dengan ilustrasi dibawah ini:

Pria 30 tahun, tidak merokok, karyawan middle management yang mampu menyisihkan dana sebesar Rp 525.000,00 perbulannya untuk perencanaan keuangan masa depannya. Dengan dana yang ada ini ia ingin memiliki proteksi jiwa sebesar Rp 1.5 Miliar. Produk mana yang harus dipilihnya? Baca lebih lanjut

Cerita Pengalaman Mencari Produk Asuransi Murni Berjangka (Termlife) Berakad Syariah

familyAsuransi, kalo kata itu terdengar di telinga saya, yang pertama terpikirkan adalah asuransi kesehatan. Karena saya berada di keluarga yang background-nya pegawai kantor bumn, produk asuransi yang sangat friendly adalah askes. Keduanya adalah asuransi pendidikan, karena ayah saya dulu ketika kami anak-anaknya masih kecil, pernah ikut asuransi pendidikan untuk rencana biaya pendidikan saya dan adik-adik saya. Ya dua asuransi itulah yang saya tau.

Seiring berjalannya waktu hingga akhirnya berkeluarga, saya mulai belajar tentang perencanaan keuangan. Saya akui saya sangat terlambat untuk belajar ilmu ini. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 🙂

Dari awal saya sudah menyebut kata asuransi. Ya, ada apa dengan asuransi? Asuransi adalah salah satu hal yang penting dalam perencanaan keuangan, karena dengan asuransi kita berikhtiar mengelola resiko dalam hidup. Asuransi buat saya itu seperti punya Back UP Plan untuk pencapaian Tujuan Keuangan di masa depan. Jadi, perannya penting sekali. Baca lebih lanjut

Alergi ah sama Asuransi Unit Link. Cari yang murni aja.

salah-kaprah-asuransi-unit-linkDi atas semua keributan mengenai asuransi murni term life vs unit link, terdapat kesan bahwa unit link itu mahal. Ini ada benarnya, tapi tidak seluruhnya. Ada unit link yang murah, dan ada term life yang mahal.

Saya ingin menawarkan cara pandang bahwa Unit link disini bukan untuk investasi, tetapi unit link difungsikan sebagai produk proteksi, dan dari segi premi dan manfaatnya tidak kalah dengan produk asuransi murni. Selain itu investasi dalam unit link berfungsi untuk bantu premi asuransi melalui kinerja returnnya, sehingga bisa membuat total premi menjadi lebih murah dibandingkan asuransi murni.

Saya ambil contoh (gak nyebut merk ya):

1. Produk termlife (Asuransi Murni) dengan UP 1 Miliar dari perusahaaan asuransi X untuk pria usia 30 tahun premi 375.200/bln, kontrak 20 thn bisa diperpanjang sampai 70 thn. Total premi yang dibayarkan selama 20 thn Rp. 90.048.000 dan hangus/hilang. Jika ingin perpanjangan akan ada kenaikan premi.

Selain itu jika nasabah mengalami cacat tetap total atau terkena sakit kritis sesuai kriteria polis maka akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi hingga masa pembayaran premi berakhir, yaitu usia 50 tahun. Baca lebih lanjut

9 Alasan Membeli Unit Link + 3 Catatan

*Artikel ini merupakan cerita pengalaman seorang nasabah Tapro Allisya yang bisa jadi bahan tambahan ketika mempertimbangkan memilih sebuah produk Asuransi. Selamat membaca 🙂

Hari Sabtu, 15 Oktober 2011, aku menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan, manfaat yang kuperoleh (laki-laki, 31 tahun, kelas pekerjaan 2) adalah:

  1. Jika meninggal dunia : 450 juta (sampai usia <100 tahun)
  2. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 450 juta (sampai usia <65 tahun)
  3. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 400 juta (sampai usia <70 tahun)
  4. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun.

Ada juga nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 50.525.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang kubayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena aku mengambil porsi asuransi yang maksimal. Tak mengapa, karena memang tujuanku adalah proteksi, bukan investasi.

Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah?

Alasannya ada sembilan.

Pertama, aku ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat di atas. Aku tidak tahu adakah asuransi murni (tradisional) yang menyediakan empat manfaat tsb sekaligus, dengan harga yang kompetitif.

Apakah keempatnya harus diambil? Menurutku, ya. Karena asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Bagaimana kalau kecelakaan tapi tidak mati, melainkan cacat? Kalau hanya mengambil asji murni, tentu UP-nya tidak cair. Sejauh ini tidak ada metode yang ampuh untuk mencegah kecelakaan. Berhati-hati saja tidak cukup, karena bisa saja penyebabnya kecerobohan orang lain. Satu-satunya cara hanyalah berdoa mengharap perlindungan dari Tuhan. Baca lebih lanjut