Tag Archives: Reksadana

Selamat Hari Asuransi Nasional. Ingat Ya.. Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi.

logo-mari-berasuransiSelamat Hari Asuransi Nasional :-). Mungkin dari kita hanya beberapa saja yang tahu bahwa hari ini tanggal 18 Oktober adalah Hari Asuransi Nasional. Nah di artikel ini kita tidak akan membahas sejarah asuransi atau yang berhubungan dengan hari asuransi nasional. Akan tetapi mari kita bahas tentang si asuransi itu sendiri. Karena inilah yang paling penting, mengembalikan fungsi asuransi, yaitu: Asuransi itu Proteksi, Bukan Investasi. Selamat membaca 🙂

Asuransi itu proteksi, bukan investasi. Membeli produk asuransi mestinya diniatkan untuk tujuan memperoleh proteksi atau perlindungan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Bahkan walaupun produk asuransi yang diambil itu jenisnya unit-link (asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi), niat utamanya tetap proteksi, bukan investasi. Baca lebih lanjut

Iklan

Rudiyanto: Lebih Prioritas Mana, Asuransi atau Investasi Reksa Dana?

Rudiyanto-New-199x300Pengantar

Rudiyanto adalah penulis Buku “Sukses Finansial dengan Reksa Dana” dan “Fit Focus Finish” yang diterbitkan oleh Elex Media. Head of Operation and Business Development Panin Asset Management. Rudiyanto juga merupakan anggota Kelompok Kerja (POKJA) Otoritas Jasa Keuangan untuk peningkatan Literasi Keuangan di Indonesia.  Blog: rudiyanto.blog.kontan.co.id

Pada artikel Bapak Rudiyanto di bawah ini, ada beberapa poin yang relevan dengan misi saya sebagai agen asuransi Allianz Life Indonesia.

1. Dicantumkannya asuransi penyakit kritis sebagai salah satu asuransi yang penting dimiliki, selain asuransi jiwa (warisan), kecelakaan, dan kesehatan. Ini sejalan dengan fokus Allianz pada proteksi penyakit kritis melalui produk rider CI+ dan CI100. Saya pun dalam berbagai artikel di blog ini, selalu menempatkan asuransi penyakit kritis sebagai asuransi yang sangat penting untuk dimiliki, seperti bisa dibaca pada artikel “Prioritas Asuransi“.

2. Asuransi (jiwa, penyakit kritis, kecelakaan, kesehatan) harus didahulukan daripada investasi. Bahkan jika pun produk asuransi yang dibeli adalah berjenis unit-link, tujuannya tetaplah untuk asuransi, bukan investasi.

3. Asuransi yang wajib dimiliki seorang pencari nafkah setidaknya ada 3: asuransi jiwa (warisan), asuransi penyakit kritis, dan asuransi kesehatan.

4. Kebanyakan orang yang bekerja di perusahaan sebetulnya sudah memiliki asuransi, minimal asuransi kesehatan. Dan bagi yang didaftarkan pada Jamsostek, berarti sudah pula memiliki asuransi jiwa dan kecelakaan. Bagi mereka yang merasa fasilitas asuransi dari kantor sudah mencukupi, berarti tinggal menambah asuransi penyakit kritis.

Silakan membaca selengkapnya artikel di bawah ini.

Oleh Rudiyanto
@rudiyanto_zh
Baca lebih lanjut

Mengenal Unit-Link dan Perbedaannya dengan Asuransi Tradisional

Pengertian Unit-link

Secara sederhana, unit-link adalah asuransi jiwa yang ditautkan (linked) dengan investasi. Asuransi jiwanya berbentuk YRT (Yearly Renewable Term, asuransi jiwa berjangka tahunan yang memiliki garansi perpanjangan), sedangkan investasinya berbentuk reksadana (kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi).

Manfaat asuransi unit-link terdiri dari manfaat dasar dan manfaat tambahan (rider). Manfaat dasarnya memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam masa perlindungan, biasanya hingga seumur hidup (usia 99-100 tahun). Ridernya bermacam-macam, antara lain meliputi perlindungan dari cacat tetap (akibat sakit ataupun kecelakaan, cacat sebagian hingga cacat total), penyakit kritis, rawat inap, dan pembebasan premi.

Investasi unit-link disalurkan ke dalam instrumen investasi berbentuk reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi. Dana pada reksadana dikelompokkan berdasarkan tingkat risiko dan potensi keuntungannya.

unitlink

Perbedaan Unit-link dengan Asuransi Tradisional

Produk asuransi tradisional ada tiga jenis. Term-life, whole-life, dan endowment. Term-life adalah asuransi jiwa berjangka tanpa nilai tunai. Whole-life adalah asuransi jiwa seumur hidup dengan nilai tunai yang tidak terlalu besar. Endowment adalah asuransi jiwa berjangka dengan titik tekan pada nilai tunai. Untuk uang pertanggungan yang sama, premi term-life lebih murah daripada whole-life, dan premi whole-life lebih murah daripada endowment.

Seperti halnya unit-link, asuransi tradisional juga menyediakan manfaat dasar dan sejumlah manfaat tambahan (rider). Hanya saja, dalam dekade terakhir ini asuransi tradisional kurang mendapat perhatian karena hampir semua perusahaan asuransi fokus pada pengembangan unit-link.

Term-life vs Unit-link Baca lebih lanjut

Berapa Nilai Ekonomis Diri Anda?

lifestages

Jika anda memiliki penghasilan 5 juta per bulan, berarti nilai ekonomis diri anda adalah 5 juta per bulan. Selama anda hidup dan bekerja, uang 5 juta rupiah tiap bulan akan bisa anda bawa pulang ke rumah.

Tapi bagaimana jika anda tidak ada, masihkah keluarga anda memperoleh uang 5 juta per bulan?

Jawabannya ada empat kemungkinan:

  1. Tidak, jika anda tidak punya asuransi jiwa.
  2. Tidak, jika anda punya asuransi jiwa tapi uang pertanggungannya tidak memadai.
  3. Ya, jika anda punya asuransi jiwa dan uang pertanggungannya memadai.
  4. Ya, jika anda punya aset yang sangat banyak sekali.

Mari kita singkirkan kemungkinan keempat, karena kalau anda punya aset yang bejibun, mestinya penghasilan bulanan anda lebih dari 5 juta.

Tinggal tiga kemungkinan. Dan melihat kemungkinan kedua, tampak bahwa punya asuransi jiwa saja belum tentu cukup. Lihat dulu UP-nya, mampukah dia menggantikan uang yang rutin anda serahkan kepada keluarga anda.

Berapa itu?

Sederhananya, UP anda harus menghasilkan “retur” sebesar penghasilan anda jika uang tersebut disimpan saja di suatu instrumen investasi yang tergolong aman (misalnya deposito, reksadana pendapatan tetap, dan obligasi atau sukuk pemerintah).

Jadi, berapa itu? Baca lebih lanjut