Tag Archives: Proteksi Asuransi

Premi bisnis baru Allianz Life Syariah naik 32,6%

Allianz SyariahJAKARTA. Premi bisnis baru Allianz Life Syariah meningkat 32,6%, yakni dari Rp 170,8 miliar pada akhir tahun 2013 silam menjadi sebesar Rp 226,4 miliar pada akhir tahun lalu. Secara keseluruhan, total premi yang dibukukan unit usaha PT Asuransi Allianz Life Indonesia itu mencapai Rp 689,5 miliar atau naik 10,6%.

Kiswati Soeryoko, Chief Sharia and Corporate Communication Allianz Life mengatakan, kenaikan pendapatan premi terutama ditopang oleh peningkatan jumlah tenaga pemasar (agen) berlisensi syariah. Agen berlisensi syariah perseroan, sampai akhir tahun lalu mencapai 1.758 orang. Baca lebih lanjut

Iklan

Tapro Family, Proteksi Asuransi Terbaik dari Allianz untuk Keluarga Anda

keep calm taproTapro Family adalah program asuransi jiwa keluarga dari Allianz yang berguna sebagai proteksi penghasilan untuk seluruh anggota keluarga dengan cara memberikan bantuan finansial  kepada seluruh anggota keluarga, terutama Ayah dan Ibu sebagai orang tua sekaligus pencari nafkah, jika diantara mereka ada yang terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, atau meninggal dunia.

Keuntungan di Tapro Family ini adalah memberikan pembebasan premi jika salah satu dari orang tua, Ayah atau Ibu terkena musibah penyakit kritis atau cacat tetap total atau meninggal dunia.

Jika hal tersebut dialami oleh keluarga tersebut maka Allianz yang akan menanggung pembayaran premi yang seharusnya dibayarkan oleh Ayah/Ibu sebagai pencari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarga tersebut sampai dengan umur Ayah/Ibu mencapai usia 65 tahun. Serta Allianz mengeluarkan santunan Uang Pertanggungan sesuai dengan polis asuransi mereka. Jadi antar polis yang dimiliki masing-masing anggota keluarga saling berkait dan saling melindungi.

Ilustrasi dari manfaat Tapro Family ini, bisa disimak dari cerita berikut. Baca lebih lanjut

Kontroversi Hati: Asuransi, Antara Keraguan dan Kebutuhan

vicky prasetyo - kontroversi hatiMeminjam istilah yang sempat terkenal, Kontroversi Hati :D. Artikel berikut akan menjabarkan kontroversi persepsi atau pemikiran dalam hati yang berkembang dalam masyarakat umum jika mendengar kata asuransi atau ketika ditawarkan sebuah produk asuransi. Saya salin artikel ini dari kompasiana.com. Selamat membaca 🙂

1. Asuransi = Tanda Sayang Pada Aset?

Ketika penghasilan kita sudah mencukupi untuk kebutuhan-kebutuhan pokok, maka mulailah kita dengan mengumpulkan aset. Biasanya aset dibeli dengan cara dicicil dan tentu saja perlu diasuransikan. Banyak sekali orang yang rela membeli asuransi untuk aset mereka. Mengapa? Karena mereka merasakan bagaimana perjuangan untuk memiliki aset tersebut. Mereka kerja dari pagi hingga malam, menyisihkan sedikit demi sedikit uang hasil kerja keras untuk bisa memiliki aset. Tentu rasa sakit hati luar biasa akan terasa jika aset mereka terbakar, hilang, rusak, dsb. Nah untuk itulah mereka biasanya setuju menggunakan asuransi agar ada penggantian ekonomi ketika terjadi resiko pada aset mereka.

Yang paling sederhana adalah ketika kita membeli HP. HP baru tersebut kemudian segera kita lengkapi dengan pelindung casing dan anti gores. Untuk apa sih? Ya untuk jaga-jaga dong agar ketika HP jatuh tidak langsung membentur casing asli. Juga si anti gores bertujuan kalau-kalau tidak sengaja ada benda-benda di tas yang bisa menggores layar HP. Ini sebenarnya prinsip asuransi yang seringkali tidak disadari banyak orang.

Ketika terlahir ke dunia, sebagian besar manusia mendapatkan anggota tubuh, organ tubuh dan nyawa secara cuma-cuma dari Tuhan. Tidak perlu banting tulang dan tidak perlu berhemat, tiba-tiba ketika lahir kita sudah diberikan tubuh yang sehat dan anggota tubuh yang lengkap. Ini terkadang membuat banyak orang merasa acuh tak acuh mengenai pentingnya memiliki asuransi jiwa dan kesehatan bagi diri mereka sendiri. Padahal ketika ada organ tubuh kita yang sakit, tentu efeknya bisa sangat serius terhadap hidup kita. Mulai dari harus menjual aset-aset yang susah payah kita kumpulkan bahkan terlilit dalam hutang tak berujung untuk membayar biaya pengobatan. Nah bagaimana jika resiko kehidupan membuat kita kehilangan fungsi salah satu anggota tubuh? Kegiatan mencari nafkah bisa sangat terganggu sedangkan biaya hidup terus bergulir. Jadi masih acuh tak acuh kah untuk mengasuransikan diri kita sendiri sebagai aset yang paling berharga? Baca lebih lanjut

Belanja Untuk Proteksi Penghasilan

proteksiBelanja atau Shopping. Ya, kata itu sangat familiar di telinga kita semua, terutama para ibu rumah tangga :D. Belanja adalah kegiatan membeli barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita. Kita sudah terbiasa dengan belanja bulanan di supermarket atau pusat perbelanjaan. Atau sudah biasa belanja kebutuhan puasa dan lebaran saat Ramadhan dan Idul Fitri. Berbelanja juga bisa membuat orang bahagia. Tapi bagaimana dengan berbelanja untuk proteksi penghasilan? Sudah terbiasakah Anda dengan belanja proteksi penghasilan? Ya, berbelanja untuk proteksi penghasilan berarti Anda berniat untuk membahagiakan keluarga Anda dan marilah kita sama-sama membiasakan diri untuk itu :). Dan kenapa mesti ada budget belanja proteksi penghasilan? Alasannya karena untuk menjamin penghasilan agar tetap mengalir ke kolom aset keuangan keluarga, kita harus mempunyai proteksi dalam bentuk asuransi. Asuransi jiwa dimiliki untuk menjamin agar penghasilan kita tetap mengalir ke kolom aset keuangan keluarga kendati kita sudah meninggal dunia.

Berapa sih budget yang dikeluarkan untuk Belanja Proteksi Penghasilan?

Seorang pria sebagai kepala keluarga usia 30 tahun berpenghasilan 5 juta per bulan. Kebutuhan proteksi penghasilannya adalah 1 Milyar, berapa budget yang dikeluarkan untuk belanja proteksi penghasilannya senilai 1 Milyar? Jawabannya tidak sampai 10% dari penghasilannya. Baca lebih lanjut

Segera Punya Polis Asuransi Jiwa, Buat Apa Sih?

life_insurance_policy

1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia. (Ingat, kita tidak pernah tahu kapan atau di usia berapa Tuhan akan memanggil kita sebagai hamba-Nya).

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.
Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Melindungi keluarga dari beban utang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun utang tidak akan dianggap lunas begitu saja. Baca lebih lanjut