Tag Archives: Menutup polis

Sebelum Menutup Polis Asuransi, Pastikan Anda Telah Mendapatkan Pengganti Yang Sepadan dari Manfaat Asuransi Yang Hendak Anda Tutup

payung asuransi

Mohon maaf jika judul artikel ini agak panjang. Saya hanya ingin memastikan bahwa pesannya segera sampai kepada anda dalam satu kali pandang.

Saya ulangi judul di atas dengan sedikit tambahan: Sebelum anda memutuskan untuk menutup polis asuransi anda, apa pun alasannya, pastikan bahwa anda telah mendapatkan pengganti yang sepadan dari manfaat polis asuransi yang hendak anda tutup.

Jika belum, timbang lagi niat anda.

Kenapa?

Saya berikan beberapa ilustrasi di bawah ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Selalu Cek Polis Asuransi Anda. Jangan Sampai Lapse!

asuransi dan gaya hidupDua Kasus Polis Lapse

Dua bulan berturut-turut (Agustus dan September 2015), dua kawan saya meninggal dunia kena serangan jantung. Dua-duanya masih muda. Yang pertama seorang pria umur 30 tahun, masih bujangan dan gagah. Dia punya seorang ayah yang lumpuh karena stroke dan seorang ibu yang masih harus bekerja, dan tentu saja dia pun merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Dia pernah tiga kali membuka polis, dua di antaranya dengan UP 1 miliar, sedangkan yang satu lagi UP hanya 150 juta. Ketika dia meninggal dunia, polis yang aktif hanyalah yang UP-nya paling kecil itu, yang lainnya lapse.

Yang satu lagi seorang pria umur 38 tahun, memiliki istri seorang ibu rumah tangga dan satu anak umur 6 tahun. Dia pernah punya polis dengan UP di atas 1 miliar. Tapi ketika dia meninggal dunia, polisnya dalam kondisi lapse (batal, tidak aktif), sehingga hilanglah kesempatan yang ia miliki untuk memberikan kepada anak-istrinya warisan 1 Miliar.

Sungguh disayangkan.

Alasan yang muncul ketika mereka membiarkan polisnya lapse adalah kesulitan keuangan. Dalam arti ada kebutuhan lain yang menurut mereka lebih prioritas untuk dipenuhi dan tidak bisa ditinggalkan.

Tapi justru dengan adanya musibah yang mendadak ini, keluarga mereka tiba-tiba terjatuh dalam kondisi keuangan yang jauh lebih menyulitkan. Pencari nafkah meninggal, hilanglah sumber penghasilan. Tidak akan mudah untuk menemukan pengganti yang sepadan. Baca lebih lanjut