Tag Archives: Hukum asuransi syariah

Sebelum Menutup Polis Asuransi, Pastikan Anda Telah Mendapatkan Pengganti Yang Sepadan dari Manfaat Asuransi Yang Hendak Anda Tutup

payung asuransi

Mohon maaf jika judul artikel ini agak panjang. Saya hanya ingin memastikan bahwa pesannya segera sampai kepada anda dalam satu kali pandang.

Saya ulangi judul di atas dengan sedikit tambahan: Sebelum anda memutuskan untuk menutup polis asuransi anda, apa pun alasannya, pastikan bahwa anda telah mendapatkan pengganti yang sepadan dari manfaat polis asuransi yang hendak anda tutup.

Jika belum, timbang lagi niat anda.

Kenapa?

Saya berikan beberapa ilustrasi di bawah ini. Baca lebih lanjut

Iklan

Asuransi Syariah Menghindarkan Mudharat

untung-rugiAda orang yang tidak mau berasuransi karena rugi, takut terlibat riba, dan lainnya. Tapi dengan menolak asuransi, justru dia bisa jatuh ke dalam kerugian yang lebih besar bahkan bisa jatuh ke dalam riba.

Bagaimana bisa?

Jika seseorang mengalami sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit, dia butuh uang untuk biaya perawatan. Kita tahu, sakit bisa datang tiba-tiba dan belum tentu yang bersangkutan sudah siap biayanya. Kita pun tahu tagihan RS tidak bisa diutang atau ditunda. Jika saat itu orang yang sakit tidak punya uang, atau punya uang tapi tidak cukup, apa yang dia lakukan?  Baca lebih lanjut

Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan

asuransi-syariahLatar Belakang

Saya seorang agen asuransi jiwa. Fokus saya menjual produk syariah. Sesekali, atas permintaan nasabah, saya juga menjual produk asuransi konvensional. Ada juga produk konvensional yang saya jual karena belum tersedia versi syariahnya di Allianz.

Sejauh ini, saya merasa nyaman dengan pekerjaan saya. Tak ada keterpecahan mental ataupun kegalauan pikiran yang berarti mengenai apa yang saya lakukan.

Artikel ini saya tulis karena di luar sana ada pendapat yang menyatakan bahwa asuransi itu hukumnya haram, termasuk asuransi syariah. Pendapat semacam ini bertebaran di internet dan sempat menggalaukan beberapa nasabah, calon nasabah, maupun agen-agen saya.

Jika betul demikian, berarti membeli asuransi itu hukumnya haram, memanfaatkannya haram, mempromosikannya haram, menjualnya haram, dan upah yang diterima darinya pun haram.

Waduh, gawat sekali kalau begitu.

Dan jika asuransi syariah pun hukumnya masih haram, lalu apakah alternatifnya? Baca lebih lanjut