Tag Archives: Fungsi asuransi jiwa

Bisa Jadi, Polis Asuransi Jiwa Adalah Harta Terakhir Kita

irena dan asuransi

Saat kita mengalami kesulitan keuangan, apa yang kita lakukan?

Yang paling realistis adalah mengurangi pengeluaran.

Ada banyak pengeluaran kita dalam sebulan. Biaya makan-minum, biaya rumah tangga, cicilan rumah, cicilan kendaraan, sekolah anak, zakat dan sedekah, premi asuransi, pulsa, bensin, operasional bisnis, iuran klub olahraga, dan sebagainya.

Pengeluaran apa yang pertama kali terpikirkan untuk dikurangi?

Mungkin di antara kita ada yang menjawab, premi asuransi.

Ya, itu pilihan yang kelihatannya paling nyaman daripada mengurangi pengeluaran yang lain. Tapi jangan salah, bisa jadi itu juga kesalahan yang paling fatal. Baca lebih lanjut

Iklan

Pentingnya Berasuransi Syariah

“Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati.” (Al-Hadist)

payung asuransi

Ketika Nabi Muhammad SAAW mewasiatkan lima hal di atas, beliau tentu tidak berpikir soal asuransi. Para ulama pun lebih memaknai hadis tersebut sebagai peringatan agar kita banyak beramal sebelum segalanya terlambat, baik kesempatan maupun kemampuan.

Namun jika kita merenungkan kembali pesan Nabi tersebut di masa sekarang, dengan mudah kita menemukan betapa erat kaitannya hadis ini dengan produk keuangan modern yang disebut asuransi. Tanpa mengurangi penafsiran yang telah disajikan para ulama, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, dan lapang sebelum sempit dapat dimaknai sebagai anjuran mengikuti asuransi kesehatan, kaya sebelum miskin berarti saran untuk mengambil proteksi atas penghasilan, dan hidup sebelum mati merupakan dasar dari asuransi jiwa. Baca lebih lanjut

Segera Punya Polis Asuransi Jiwa, Buat Apa Sih?

life_insurance_policy

1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia. (Ingat, kita tidak pernah tahu kapan atau di usia berapa Tuhan akan memanggil kita sebagai hamba-Nya).

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.
Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Melindungi keluarga dari beban utang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari utang. Utang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Utang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun utang tidak akan dianggap lunas begitu saja. Baca lebih lanjut

Jika Dana Terbatas, Asuransi Apa Yang Harus Diambil Lebih Dulu?

Jika dana untuk asuransi terbatas, kita perlu lebih bijak menentukan asuransi apa yang sebaiknya kita ambil sebagai prioritas. Dalam hal ini ada beberapa kekeliruan yang sering saya jumpai di lapangan, antara lain mendahulukan asuransi untuk anak, meniatkan asuransi untuk pendidikan, mengambil asuransi dengan uang pertanggungan yang minim, dan mendahulukan asuransi kesehatan (untuk salah satu anggota keluarga) daripada asuransi jiwa (untuk pencari nafkah).

Berikut ini saya sajikan beberapa contoh asuransi yang sebaiknya diambil jika dana terbatas. (Selain artikel ini, baca juga Prioritas Asuransi).

Contoh 1: Dana 300 ribu per bulan, belum punya asuransi apa pun.

Sebuah keluarga memiliki penghasilan 3 juta per bulan. Dana yang bisa disisihkan untuk asuransi maksimal 10% yaitu 300 ribu per bulan. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Tiap orang di keluarga itu belum memiliki asuransi. Asuransi kesehatan pun belum punya karena sang pencari nafkah bekerja secara mandiri (wiraswasta).

Pertanyaannya, asuransi apakah yang harus diambil oleh keluarga tersebut? Baca lebih lanjut