Tag Archives: Critical Illness

Prepare for the Worst: Hilangnya Kemandirian Hidup

ketidakmampuan-totalPrepare for the worst (antisipasi dari yang terburuk), itulah hakikat asuransi. Di antara hal-hal buruk yang mungkin dialami manusia, ada satu yang paling buruk, yaitu hilangnya kemandirian hidup.

Hilangnya kemandirian hidup berarti ketidakmampuan melakukan beberapa aktivitas dasar manusia, yaitu:

  1. Menyuap (makan, minum)
  2. Mandi
  3. Berpakaian
  4. Beralih tempat
  5. Buang air

Ketidakmampuan melakukan sebagian atau seluruh aktivitas dasar tersebut berarti juga kehilangan kemampuan untuk bekerja mendapatkan penghasilan. Jika dia seorang karyawan, dalam waktu beberapa bulan atau maksimal satu tahun, dia harus rela diberhentikan, karena tidak ada perusahaan yang mau menggaji orang yang tidak menghasilkan. Jika dia seorang pekerja mandiri, tidak bisa bekerja lagi membuat penghasilannya otomatis berhenti. Hanya seorang pemilik bisnis besar atau investor besar dengan penghasilan pasif yang besarlah yang diperkirakan akan mampu menanggulangi masalah ini, tapi kebanyakan orang bukanlah pemilik bisnis besar dan bukan pula investor besar. Baca lebih lanjut

Iklan

Rudiyanto: Lebih Prioritas Mana, Asuransi atau Investasi Reksa Dana?

Rudiyanto-New-199x300Pengantar

Rudiyanto adalah penulis Buku “Sukses Finansial dengan Reksa Dana” dan “Fit Focus Finish” yang diterbitkan oleh Elex Media. Head of Operation and Business Development Panin Asset Management. Rudiyanto juga merupakan anggota Kelompok Kerja (POKJA) Otoritas Jasa Keuangan untuk peningkatan Literasi Keuangan di Indonesia.  Blog: rudiyanto.blog.kontan.co.id

Pada artikel Bapak Rudiyanto di bawah ini, ada beberapa poin yang relevan dengan misi saya sebagai agen asuransi Allianz Life Indonesia.

1. Dicantumkannya asuransi penyakit kritis sebagai salah satu asuransi yang penting dimiliki, selain asuransi jiwa (warisan), kecelakaan, dan kesehatan. Ini sejalan dengan fokus Allianz pada proteksi penyakit kritis melalui produk rider CI+ dan CI100. Saya pun dalam berbagai artikel di blog ini, selalu menempatkan asuransi penyakit kritis sebagai asuransi yang sangat penting untuk dimiliki, seperti bisa dibaca pada artikel “Prioritas Asuransi“.

2. Asuransi (jiwa, penyakit kritis, kecelakaan, kesehatan) harus didahulukan daripada investasi. Bahkan jika pun produk asuransi yang dibeli adalah berjenis unit-link, tujuannya tetaplah untuk asuransi, bukan investasi.

3. Asuransi yang wajib dimiliki seorang pencari nafkah setidaknya ada 3: asuransi jiwa (warisan), asuransi penyakit kritis, dan asuransi kesehatan.

4. Kebanyakan orang yang bekerja di perusahaan sebetulnya sudah memiliki asuransi, minimal asuransi kesehatan. Dan bagi yang didaftarkan pada Jamsostek, berarti sudah pula memiliki asuransi jiwa dan kecelakaan. Bagi mereka yang merasa fasilitas asuransi dari kantor sudah mencukupi, berarti tinggal menambah asuransi penyakit kritis.

Silakan membaca selengkapnya artikel di bawah ini.

Oleh Rudiyanto
@rudiyanto_zh
Baca lebih lanjut

Tapro Family, Proteksi Asuransi Terbaik dari Allianz untuk Keluarga Anda

keep calm taproTapro Family adalah program asuransi jiwa keluarga dari Allianz yang berguna sebagai proteksi penghasilan untuk seluruh anggota keluarga dengan cara memberikan bantuan finansial  kepada seluruh anggota keluarga, terutama Ayah dan Ibu sebagai orang tua sekaligus pencari nafkah, jika diantara mereka ada yang terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, atau meninggal dunia.

Keuntungan di Tapro Family ini adalah memberikan pembebasan premi jika salah satu dari orang tua, Ayah atau Ibu terkena musibah penyakit kritis atau cacat tetap total atau meninggal dunia.

Jika hal tersebut dialami oleh keluarga tersebut maka Allianz yang akan menanggung pembayaran premi yang seharusnya dibayarkan oleh Ayah/Ibu sebagai pencari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarga tersebut sampai dengan umur Ayah/Ibu mencapai usia 65 tahun. Serta Allianz mengeluarkan santunan Uang Pertanggungan sesuai dengan polis asuransi mereka. Jadi antar polis yang dimiliki masing-masing anggota keluarga saling berkait dan saling melindungi.

Ilustrasi dari manfaat Tapro Family ini, bisa disimak dari cerita berikut. Baca lebih lanjut

UP Asuransi Jiwa Saja Belum Cukup

Artikel berikut merupakan rangkaian dari artikel “Beberapa catatan tentang asuransi jiwa.” Selamat membaca 🙂

Ya, banyak orang yang merekomendasikan pemisahan asuransi dan investasi hanya menyebut termlife (asuransi jiwa berjangka) sebagai alternatif pengganti unit link. Padahal UP jiwa saja belum cukup, terutama bagi orang usia muda dan produktif (di bawah 50 tahun). Kenapa? Karena pada dasarnya orang muda itu tidak akan meninggal hanya karena faktor usia. Memang yang namanya mati itu tidak kenal umur. Tapi melihat usia harapan hidup orang Indonesia yang sekitar 65 tahun, maka jika orang meninggal jauh di bawah usia itu, besar kemungkinan penyebabnya adalah faktor lain.

Apa biasanya penyebab orang muda meninggal dunia? Pertama, kecelakaan. Kedua, sakit. Sakit macam-macam, bisa sakit kritis, penyakit menular, atau sekadar sakit perut.

Orang yang hanya mengambil asuransi jiwa berjangka, jika ia mengalami kecelakaan lalu mati, uang pertanggungan jiwa dapat langsung cair dan diterima ahli warisnya. Tapi jika kecelakaan itu tidak langsung mengirim dia ke alam lain, maka persoalan belum selesai. Jika ia cacat, tentunya UP jiwa tidak bisa keluar, tapi biaya hidup tetap jalan dan makin sulit karena orang cacat tidak akan bisa bekerja sebaik sebelumnya.

Begitu pula mengalami sakit kritis pun belum tentu bikin meninggal. Baca lebih lanjut

Analisis Perkiraan Biaya Perawatan Olga Syahputra Selama Di Singapura

olga syahputra panasonic awardInnalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan di tanah air. Pembawa acara dan artis komedi Olga Syahputra menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit Mount Elizabeth di Singapura pada hari Jumat (27 Maret 2015) sore waktu setempat. Olga meninggal dunia dalam usia 32 tahun. Usia yang masih termasuk sangat muda dan produktif. Diduga Olga meninggal dunia karena penyakit meningitis atau radang selaput otak  yang dideritanya sejak Juni 2014. Sejak saat itu, Olga dirawat secara intensif di rumah sakit Mount Elizabeth di Singapura sampai akhir hayatnya.

Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah berapa besar biaya yang dikeluarkan keluarga selebriti itu selama perawatan di Singapura? Pertanyaan itu banyak bermunculan seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat kelas menengah tentang risiko finansial yang dihadapi ketika seseorang menghadapi kondisi kritis. Pertanyaan itu banyak bermunculan seiring dengan naiknya kesadaran masyarakat kelas menengah tentang risiko finansial yang dihadapi ketika seseorang menghadapi kondisi kritis.

Selama ini, kabar tentang Olga dirawat di Singapura tidak terlalu banyak diketahui, termasuk mulai tanggal berapa komedian itu dirawat di RS Mount Elizabeth, Singapura. Namun jika ditelusuri dari berbagai sumber, Olga mulai dirawat di Singapura pada awal Mei 2014. Dan pada artikel ini saya akan coba analisis perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh almarhum Olga dan keluarganya, dengan referensi tarif kamar dan ICU yang saya peroleh dari situs Mount Elizabeth Hospital dan beberapa sumber lainnya. Baca lebih lanjut