Tag Archives: asuransi unit link

Allianz Menawarkan Konsep Kebutuhan Proteksi Bukan Ilustrasi Investasi

proteksi-di-unit-link

Begitu banyak sekali perusahaan asuransi yang ada di Indonesia  dengan berbagai macam produk dan keunggulannya, sehingga membuat calon nasabah bingung dalam memilih proteksi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dan produk yang paling laku di pasar saat ini adalah asuransi unit link. Entah mengapa unit link laku terjual di pasaran? Mungkin hal ini disebabkan oleh sebagian para tenaga pemasar asuransi  yang begitu gencar mempromosikan hasil investasi pada sebuah ilustrasi yang mereka tawarkan, sehingga  membuat tertarik para calon nasabah untuk membeli asuransi unit link, dengan alasan uang premi yang disetorkan tidak hangus dan  akan kembali modal (Break Event Point) dalam 10 tahun atau 20 tahun. Atau mungkin juga karena karakter kebanyakan orang di masyarakat kita yang tidak ingin rugi dalam berasuransi.

Mengapa Allianz?

Allianz banyak mengajarkan saya bahwa asuransi sebenarnya adalah sebuah proteksi bukan investasi. Baca lebih lanjut

Iklan

Alergi ah sama Asuransi Unit Link. Cari yang murni aja.

salah-kaprah-asuransi-unit-linkDi atas semua keributan mengenai asuransi murni term life vs unit link, terdapat kesan bahwa unit link itu mahal. Ini ada benarnya, tapi tidak seluruhnya. Ada unit link yang murah, dan ada term life yang mahal.

Saya ingin menawarkan cara pandang bahwa Unit link disini bukan untuk investasi, tetapi unit link difungsikan sebagai produk proteksi, dan dari segi premi dan manfaatnya tidak kalah dengan produk asuransi murni. Selain itu investasi dalam unit link berfungsi untuk bantu premi asuransi melalui kinerja returnnya, sehingga bisa membuat total premi menjadi lebih murah dibandingkan asuransi murni.

Saya ambil contoh (gak nyebut merk ya):

1. Produk termlife (Asuransi Murni) dengan UP 1 Miliar dari perusahaaan asuransi X untuk pria usia 30 tahun premi 375.200/bln, kontrak 20 thn bisa diperpanjang sampai 70 thn. Total premi yang dibayarkan selama 20 thn Rp. 90.048.000 dan hangus/hilang. Jika ingin perpanjangan akan ada kenaikan premi.

Selain itu jika nasabah mengalami cacat tetap total atau terkena sakit kritis sesuai kriteria polis maka akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi hingga masa pembayaran premi berakhir, yaitu usia 50 tahun. Baca lebih lanjut

9 Alasan Membeli Unit Link + 3 Catatan

*Artikel ini merupakan cerita pengalaman seorang nasabah Tapro Allisya yang bisa jadi bahan tambahan ketika mempertimbangkan memilih sebuah produk Asuransi. Selamat membaca 🙂

Hari Sabtu, 15 Oktober 2011, aku menandatangani formulir pengajuan asuransi jiwa tipe unit link. Bayar premi 500 ribu per bulan, manfaat yang kuperoleh (laki-laki, 31 tahun, kelas pekerjaan 2) adalah:

  1. Jika meninggal dunia : 450 juta (sampai usia <100 tahun)
  2. Jika kecelakaan dengan akibat meninggal atau cacat : 450 juta (sampai usia <65 tahun)
  3. Jika sakit kritis (49 penyakit kritis) : 400 juta (sampai usia <70 tahun)
  4. Payor (pembebasan premi dan dibayari premi oleh perusahaan jika terdiagnosis penyakit kritis atau mengalami cacat tetap total) sampai usia 65 tahun.

Ada juga nilai tunai di akhir tahun kesepuluh sebesar Rp 50.525.000 (asumsi pertumbuhan 18%). Nilai tunai ini belum menyamai premi total yang kubayarkan selama 10 tahun (60 juta), karena aku mengambil porsi asuransi yang maksimal. Tak mengapa, karena memang tujuanku adalah proteksi, bukan investasi.

Kalau memang tujuannya proteksi, kenapa tidak ambil asuransi murni? Kan bisa lebih murah?

Alasannya ada sembilan.

Pertama, aku ingin asuransi yang menyediakan keempat manfaat di atas. Aku tidak tahu adakah asuransi murni (tradisional) yang menyediakan empat manfaat tsb sekaligus, dengan harga yang kompetitif.

Apakah keempatnya harus diambil? Menurutku, ya. Karena asuransi jiwa murni saja tidak cukup. Bagaimana kalau kecelakaan tapi tidak mati, melainkan cacat? Kalau hanya mengambil asji murni, tentu UP-nya tidak cair. Sejauh ini tidak ada metode yang ampuh untuk mencegah kecelakaan. Berhati-hati saja tidak cukup, karena bisa saja penyebabnya kecerobohan orang lain. Satu-satunya cara hanyalah berdoa mengharap perlindungan dari Tuhan. Baca lebih lanjut

Bagaimana Jika Nilai Investasi Unit Link Hampir Habis?

Bagaimana jika nilai investasi unit link hampir habis? Saya katakan “hampir”, karena kalau sudah habis berarti polis sudah lapse (hangus, batal).

Untuk menanggulanginya, bisa dilakukan salah satu dari dua cara:

Pertama, melakukan top up tunggal. Atau;

Kedua, membayar biaya-biayanya saja. Biaya-biaya unit link di masa depan adalah 1) administrasi; 2) cost of insurance (COI); 3) pengelolaan investasi. Nomor 1 dan 2 ditagihkan per bulan, nomor 3 per tahun.

Contoh:

Bapak Z ikut unit link A pada usia 30. Ia telah membayar selama 10 tahun dan habis itu cuti premi. Dalam perjalanannya, ternyata kinerja investasi tidak memadai sehingga pada usia 55 tahun, nilai unitnya telah turun banyak, yang kalau dirupiahkan tinggal tersisa ratusan ribu saja. Apa yang harus dilakukan bapak Z agar polisnya tetap berlaku lebih lama?

Ada dua cara. Baca lebih lanjut

Solusi Bagi Pencari Asuransi Termlife Syariah dengan Tapro Syariah

quick solutionMungkin sebagian dari kita pernah mencari-cari tentang asuransi term life, baik yang konvensional maupun yang syariah. Asuransi termlife adalah  asuransi jiwa murni tanpa investasi, yang memberikan perlindungan dalam jangka waktu tertentu. Teori perencanaan keuangan menyarankan agar asuransi dan investasi dipisah. Asuransinya ambil term life, investasinya di tempat lain (reksadana, saham, emas, dll). Saya setuju dengan saran ini. Namun saya ingin membahasnya dari sudut pandang yang berbeda.

Pertama: Term life atau unit link hanyalah skema. Dalam hal asuransi,  mestinya dicari adalah manfaatnya

Ada banyak skema dalam produk asuransi. Ada yang murni dan hangus, ada yang pakai tabungan, ada yang digabung investasi, ada yang menjanjikan premi kembali jika tidak ada klaim, dan lain-lain. Pertanyaannya: mau cari skema atau manfaat?

Menurut saya,  ketika mencari produk asuransi, sebaiknya tekankan pada manfaat yang akan kita peroleh. Bukan lagi tentang ‘jangan membeli unitlink, dan lebih baik beli termlife’ saja. Tinggal sesuaikan saja dengan manfaat yang ingin didapat. Jangan dulu anti sama skema unitlink, ok? Baca lebih lanjut