Tag Archives: Asuransi Jiwa

Bisa Jadi, Polis Asuransi Jiwa Adalah Harta Terakhir Kita

irena dan asuransi

Saat kita mengalami kesulitan keuangan, apa yang kita lakukan?

Yang paling realistis adalah mengurangi pengeluaran.

Ada banyak pengeluaran kita dalam sebulan. Biaya makan-minum, biaya rumah tangga, cicilan rumah, cicilan kendaraan, sekolah anak, zakat dan sedekah, premi asuransi, pulsa, bensin, operasional bisnis, iuran klub olahraga, dan sebagainya.

Pengeluaran apa yang pertama kali terpikirkan untuk dikurangi?

Mungkin di antara kita ada yang menjawab, premi asuransi.

Ya, itu pilihan yang kelihatannya paling nyaman daripada mengurangi pengeluaran yang lain. Tapi jangan salah, bisa jadi itu juga kesalahan yang paling fatal. Baca lebih lanjut

Iklan

Mencegah Pencari Nafkah Dari Impoten Finansial dengan Asuransi

frustasiImpoten, sebuah kata yang sangat dihindari oleh para lelaki, terutama para suami. Impoten mengakibatkan frustasi, membuat yang berdaya menjadi tidak berdaya dan yang harmonis menjadi tidak harmonis. Namun, artikel ini tak akan membahas tentang impoten kelelakian, tetapi impoten finansial. Kewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah kepada keluarga. Artinya seorang suami bertanggung jawab sebagai pencari nafkah dalam keluarganya.

Akan tetapi, dalam hidup ada banyak risiko yang berpotensi membuat pencari nafkah mengalami impoten finansial. Apa sajakah itu? Ya, tidak jauh dari hal-hal di bawah ini: Baca lebih lanjut

Ide Dasar Cara Kerja Asuransi Jiwa

Cara Mengelola Risiko

Sebuah risiko (kemungkinan timbulnya kerugian atau kerusakan) tidak dapat dihindari, tapi dampak risiko tersebut dapat diminimalkan.

Risiko dapat diminimalkan dengan beberapa cara.

1. Menghindari risiko

Menghindari risiko dapat dilakukan dengan menghilangkan kebiasaan atau kegiatan yang mungkin menimbulkan risiko. Contohnya, seseorang yang khawatir terkena kanker paru-paru akibat kebiasaannya merokok, dapat menghindarinya dengan cara menghentikan kebiasaan tersebut.

2. Mengendalikan risiko

Mengendalikan risiko dapat dilakukan dengan cara mengurangi frekuensi dan dampak dari kerugian yang mungkin timbul. Contohnya, seorang pengendara motor harus mengenakan helm dan merawat motornya secara berkala, untuk mengendalikan kerugian yang mungkin timbul.

3. Menerima risiko

Menerima risiko dilakukan dengan cara mempertahankan risiko yang ada. Contoh, seorang kaya dengan harta yang banyak mungkin tidak merasa perlu untuk membeli asuransi kesehatan karena dia berpikir dapat membiayai dokter apabila dia sakit.

4. Mengalihkan risiko Baca lebih lanjut

Asuransi Apa yang Anda Butuhkan?

insurance puzzleAsuransi sesuai arti harfiahnya adalah perlindungan atau proteksi, yaitu perlindungan dari kejadian yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar atau memiliki dampak keuangan yang besar.

Jika kejadian itu diinginkan, seperti melahirkan anak, pendidikan, perjalanan ibadah, dan pensiun, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau investasi.

Jika waktu kejadiannya dapat diketahui atau dapat direncanakan, seperti pendidikan, perjalanan ibadah, dan pensiun, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau investasi.

Jika kejadian itu tidak butuh biaya besar, seperti rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau dana darurat.

Baca juga:

Hal-hal yang Sebaiknya Dipersiapkan Bukan Melalui Asuransi

Jadi, asuransi apa yang dibutuhkan oleh semua orang? Baca lebih lanjut

Asuransi Di Usia 40 Tahun

Life begin at 40Ada apa dengan Usia 40 Tahun?

Anda pasti pernah mendengar kata pepatah terkenal yang berbunyi hidup baru dimulai pada usia 40 tahun. Usia 40 tahun memang unik dan sering dimaknai berbeda dengan usia lainnya. Pertanyaan ini semakin mengemuka ketika dapatkan fakta bahwa usia Nabi Muhammad SAW saat diutus adalah 40 tahun. Tentu ini bukanlah sebuah kebetulan yang tanpa makna. 40 tahun merupakan suatu fase usia yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an di Al-Ahqaaf:15, yang artinya

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya yang mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila Ia dewasa dan umurnya sampai 40 tahun Ia berdoa “ Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai: Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang yang berserah diri. “ (QS. Al-Ahqaaf:15).

Di banyak negara dan instansi usia 40 tahun menjadi persyaratan untuk menduduki jabatan tertentu yang strategis. Seperti kepala negara, direktur dan sebagainya. Masyarakat sendiri baru cenderung mengakui prestasi seseorang secara mantap tatkala orang itu berusia 40 tahun. Presiden Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun, Soeharto menjadi presiden saat 46 tahun, John F Kennedy 44 tahun, Bill Clinton 46 tahun, Toni Blair menjadi Perdana Menteri Inggris juga pada usia 44 tahun. Baca lebih lanjut