Tag Archives: Asuransi Jiwa dan Perencanaan keuangan

Mencegah Pencari Nafkah Dari Impoten Finansial dengan Asuransi

frustasiImpoten, sebuah kata yang sangat dihindari oleh para lelaki, terutama para suami. Impoten mengakibatkan frustasi, membuat yang berdaya menjadi tidak berdaya dan yang harmonis menjadi tidak harmonis. Namun, artikel ini tak akan membahas tentang impoten kelelakian, tetapi impoten finansial. Kewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah kepada keluarga. Artinya seorang suami bertanggung jawab sebagai pencari nafkah dalam keluarganya.

Akan tetapi, dalam hidup ada banyak risiko yang berpotensi membuat pencari nafkah mengalami impoten finansial. Apa sajakah itu? Ya, tidak jauh dari hal-hal di bawah ini: Baca lebih lanjut

Iklan

Asuransi Di Usia 40 Tahun

Life begin at 40Ada apa dengan Usia 40 Tahun?

Anda pasti pernah mendengar kata pepatah terkenal yang berbunyi hidup baru dimulai pada usia 40 tahun. Usia 40 tahun memang unik dan sering dimaknai berbeda dengan usia lainnya. Pertanyaan ini semakin mengemuka ketika dapatkan fakta bahwa usia Nabi Muhammad SAW saat diutus adalah 40 tahun. Tentu ini bukanlah sebuah kebetulan yang tanpa makna. 40 tahun merupakan suatu fase usia yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an di Al-Ahqaaf:15, yang artinya

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya yang mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila Ia dewasa dan umurnya sampai 40 tahun Ia berdoa “ Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai: Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang yang berserah diri. “ (QS. Al-Ahqaaf:15).

Di banyak negara dan instansi usia 40 tahun menjadi persyaratan untuk menduduki jabatan tertentu yang strategis. Seperti kepala negara, direktur dan sebagainya. Masyarakat sendiri baru cenderung mengakui prestasi seseorang secara mantap tatkala orang itu berusia 40 tahun. Presiden Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun, Soeharto menjadi presiden saat 46 tahun, John F Kennedy 44 tahun, Bill Clinton 46 tahun, Toni Blair menjadi Perdana Menteri Inggris juga pada usia 44 tahun. Baca lebih lanjut

Ayo Kerja. Ayo Proteksi Hasil Kerja Kita. Merdeka!!

70 tahun Indonesia MerdekaPada perayaan kemerdekaan negeri kita saat ini, pemerintah mengeluarkan logo 70 Tahun Indonesia Merdeka.  Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, cukup menarik. Karena ada perubahan yang tampak. Satu hal yang menarik perhatian yaitu adanya jargon “Ayo Kerja” pada logo tersebut. Ya, tentunya “Ayo Kerja” ini dalam lingkup yang luas dan positif. Bagaimana meningkatkan lagi etos kerja, meningkatkan lagi kesejahteraan dengan bekerja, dan seterusnya. Sangat bagus sekali jargon ini untuk kemajuan kita semua.

Kami mencoba melihat jargon “Ayo Kerja” ini dari sisi perencanaan keuangan keluarga. Ya, setiap keluarga pasti menginginkan sebuah kemajuan, sebuah perubahan ke arah kebaikan. Ingin semakin sejahtera. Caranya yaitu dengan bekerja untuk mendapat penghasilan yang halal. Namun, dalam hidup ini, ada juga resiko yang harus dihadapi.  Dan tentunya kita harus melakukan persiapan dan perencanaan untuk menghadapinya. Dalam hal perencanaan keuangan keluarga, penyempurna ikhtiar kita adalah dengan berasuransi untuk memproteksi penghasilan kita. Dengan perencanaan yang matang, dengan proteksi yang optimal, kita akan siap menghadapi masa mendatang untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Kami dari agenasuransisyariah.com mengucapkan “Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-70”.  Ayo Kerja. Ayo Proteksi Hasil Kerja Kita. Merdeka!!

1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga

Siklus hidup manusia selalu beputar. Kita lahir, besar dan berkembang, kemudian bekerja dan berkarir.  Tidak lama kemudian menikah dan berkeluarga.  Memiliki anak dan kemudian membesarkannya adalah dambaan setiap keluarga baru.  Semua proses tersebut berjalan alamiah seperti pada umumnya.  Lalu dari manakah perjalanan keluarga tersebut bisa berjalan baik?  Kehidupan keluarga bisa berjalan baik tentu tidak lepas dari hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kepala keluarga. Dan hasil pekerjaan itu lebih akrab ditelinga kita dengan sebutan income, pendapatan, atau penghasilan.

Rata-rata orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan seperti gambar dibawah ini:

Proteksi penghasilan 1Pertanyaannya, apa yang terjadi jika, karena satu dan lain hal, PENGHASILAN kita BERHENTI?
Baca lebih lanjut