Tag Archives: Allianz Syariah

Allianz Syariah Raih Penghargaan “The Best Islamic Life Insurance 2017” Pada Ajang Karim Award 2017

Allianz Life Indonesia cabang Syariah kembali meraih penghargaan “The Best Islamic Life Insurance” untuk kategori unit usaha syariah asuransi jiwa dengan aset 700 miliar sd 5 triliun, pada ajang Karim Award 2017. Penghargaan ini merupakan hasil komitmen Allianz yang senantiasa memberikan proteksi asuransi berbasis syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Pencapaian ini merupakan hasil penilaian Karim Consulting Indonesia berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit periode 31 Desember 2015 sd 31 Desember 2016 serta lampiran data keuangan lainnya, dengan menilai faktor pertumbuhan vertikal (tambahan kontribusi netto) dan pertumbuhan horisontal (tambahan market share).

Sumber berita: ASN News Flash edisi Juni 2017.

***

Ingin konsultasi produk Allianz Syariah secara gratis? Silakan menghubungi saya:

M. Ibnu Setiawan [Business Executive ASN]

HP/WA: 0857 2612 7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com |

Iklan

Link Term: Rider Termlife dalam Unit Link. Pilihan Proteksi Asuransi Bernilai Miliaran

Termlife Banner

“Rider termlife menghasilkan nilai uang pertanggungan jiwa total yang lebih besar dengan nilai premi yang sama, atau nilai uang pertanggungan jiwa yang diinginkan bisa didapat dengan membayar premi yang lebih murah”

Di Allianz Rider Term Life memberikan tambahan UP (uang pertanggungan) selain yang ada pada Asuransi Dasar dan berlaku sampai usia 70 tahun. Rider Term Life dapat diambil dengan UP minimum separuh dari UP Dasar, maksimum 2 kali UP Dasar. Untuk mendapatkan gabungan UP jiwa yang maksimal dengan premi yang minimal, komposisinya adalah 1:2. Satu bagian UP Dasar banding dua bagian UP Term Life.

Dengan menambahkan rider Term Life, manfaat meninggal akan menjadi seperti ini:

– Jika peserta meninggal sebelum umur 70 tahun, yang diperoleh ahli warisnya adalah UP Dasar + UP Term Life + nilai investasi.

– Jika meninggal setelah umur 70 tahun, maka yang diperoleh ahli waris adalah UP Dasar + nilai investasi. Baca lebih lanjut

Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan

asuransi-syariahLatar Belakang

Saya seorang agen asuransi jiwa. Fokus saya menjual produk syariah. Sesekali, atas permintaan nasabah, saya juga menjual produk asuransi konvensional. Ada juga produk konvensional yang saya jual karena belum tersedia versi syariahnya di Allianz.

Sejauh ini, saya merasa nyaman dengan pekerjaan saya. Tak ada keterpecahan mental ataupun kegalauan pikiran yang berarti mengenai apa yang saya lakukan.

Artikel ini saya tulis karena di luar sana ada pendapat yang menyatakan bahwa asuransi itu hukumnya haram, termasuk asuransi syariah. Pendapat semacam ini bertebaran di internet dan sempat menggalaukan beberapa nasabah, calon nasabah, maupun agen-agen saya.

Jika betul demikian, berarti membeli asuransi itu hukumnya haram, memanfaatkannya haram, mempromosikannya haram, menjualnya haram, dan upah yang diterima darinya pun haram.

Waduh, gawat sekali kalau begitu.

Dan jika asuransi syariah pun hukumnya masih haram, lalu apakah alternatifnya? Baca lebih lanjut

Mau Dibantu 250 juta atau 500 juta? (Tentang Memilih Ilustrasi Asuransi Unit-link Syariah)

Jika anda ditawari dua ilustrasi unit-link dengan kondisi seperti di bawah ini, mana yang akan anda pilih?

tabel-ilustrasi-a-dan-b1Catatan: Baca lebih lanjut

Asuransi Dibeli Saat Gak Butuh dan Gak Perlu Nunggu Momentum

5 sebelum 5Sedikit cerita. Banyak yang bertanya kepada saya tentang produk asuransi jiwa dan kesehatan yang saya jual. Lambat laun, sedikit banyak saya jadi paham maksud dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kadang ada yang memang tidak paham dan bertujuan benar benar membeli asuransi untuk antisipasi bila terjadi resiko di masa yang akan datang. Tapi tidak sedikit pula yang hendak mencari manfaat instan.  Seperti pertanyaan tentang Kondisi Kritis dan Pre-Existing Condition.

“Radar” saya kadang berjalan ketika ada yang bertanya detil, ingin manfaat besar dan seperti tergesa-gesa. Ketika komunikasi lebih lanjut, benar dugaan saya, bahwa si penanya atau orang tua/keluarga/famili-nya tersebut memiliki kondisi “tidak layak” untuk diasuransikan, atau dalam bahasa asuransinya tidak akan lolos dalam proses underwriting.

Cerita saya mungkin tidak mewakili gambaran umum di masyarakat. Tetapi statistik bisa berbicara lebih banyak. Baca lebih lanjut