Tag Archives: Agen Allianz Syariah

Asuransi Allianz Syariah: Berasuransi Sekaligus Membantu Sesama

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi saya:

M. Ibnu Setiawan (Business Executive ASN)

HP/WA: 0857 2612 7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com

Iklan

Ikut Asuransi Syariah Harus Ikhlas

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Jika tidak ikhlas, anda akan merasa rugi dan kecewa. Saat tidak ada klaim, anda akan merasa uang yang anda keluarkan terbuang sia-sia. Jika anda ikut asuransi yang ada investasinya (unitlink), anda akan kecewa ketika melihat perkembangan investasinya tidak sesuai harapan.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Jika anda tidak melakukan klaim, berarti anda baik-baik saja, sehat walafiat tidak mengalami suatu musibah apa pun. Bukankah ini yang anda harapkan?

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Jika anda tidak klaim, sesungguhnya uang anda telah dipakai oleh para nasabah lain yang melakukan klaim. Uang anda telah membantu mereka yang mengalami sakit, kecelakaan, ataupun musibah lainnya. Bukankah itu berarti anda telah berbuat baik?

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Tidak untung tidak apa-apa dan tidak perlu kecewa, karena asuransi sama sekali bukan untuk mencari keuntungan. Asuransi dimaksudkan untuk menghindari atau mengurangi kerugian dalam segi keuangan.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Cara untuk ikhlas adalah meniatkan ikut asuransi dengan tujuan yang benar. Apa tujuan yang benar ikut asuransi? Ialah untuk proteksi atau perlindungan keuangan dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, yang waktunya tidak dapat diprediksi , dan anda akan merasa berat jika harus menanggungnya sendirian. Dengan ikut asuransi, kejadian-kejadian yang memberatkan keuangan itu ditanggung secara bersama-sama sehingga menjadi lebih ringan.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Baik anda ikut asuransi murni maupun ikut asuransi yang ada investasinya (unitlink), dua-duanya anda harus ikhlas. Ikut asuransi murni berarti anda telah merelakan uang premi yang anda setor tidak akan kembali sepeser pun kepada anda alias “hangus”. Ikut asuransi unitlink berarti anda telah merelakan sebagian dari uang premi anda dipotong untuk membiayai sisi asuransinya, yang ini pun “hangus” juga.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Dengan ikut asuransi syariah berarti anda telah merelakan uang premi anda sebagai donasi (sedekah, hibah) untuk membantu para peserta lain. Itu artinya uang yang diniatkan sebagai donasi harus anda ikhlaskan dan tidak layak anda mengharapkan uang itu kembali.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Premi atau biaya yang kita bayar memang tidak kembali dan itu dapat dianggap sebagai kerugian. Tapi itu adalah kerugian kecil yang terukur untuk menghindari kerugian besar yang tidak terukur. Premi itu kerugian kecil, karena nilainya mungkin hanya beberapa ratus ribu sampai beberapa juta tiap bulan, dan terukur karena hanya sekitar 5 sd 10% dari penghasilan kita. Sedangkan musibah yang mungkin terjadi adalah kerugian besar karena nilainya bisa puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran, dan tidak terukur karena bisa berkali-kali lipat dari penghasilan kita, bahkan bisa menghabiskan seluruh aset kita, bahkan bisa membuat kita terjerembab ke dalam utang yang besar.

Ikut asuransi syariah harus ikhlas. Ikut asuransi bukan seperti ikut arisan yang sudah pasti tiap orang dapat giliran. Justru setiap orang berharap tidak usah kena giliran, biar orang lain saja. Jadi, bersyukurlah kalau anda tidak mendapatkan klaim dari asuransi, karena itu berarti anda baik-baik saja. []

Sumber Artikel disini, dengan beberapa perubahan

Untuk konsultasi mengenai asuransi syariah, silakan menghubungi saya.

M. Ibnu Setiawan (Business Executive ASN)

HP/WA: 0857-2612-7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com 

 

Mencegah Pencari Nafkah Dari Impoten Finansial dengan Asuransi

frustasiImpoten, sebuah kata yang sangat dihindari oleh para lelaki, terutama para suami. Impoten mengakibatkan frustasi, membuat yang berdaya menjadi tidak berdaya dan yang harmonis menjadi tidak harmonis. Namun, artikel ini tak akan membahas tentang impoten kelelakian, tetapi impoten finansial. Kewajiban seorang suami adalah memberikan nafkah kepada keluarga. Artinya seorang suami bertanggung jawab sebagai pencari nafkah dalam keluarganya.

Akan tetapi, dalam hidup ada banyak risiko yang berpotensi membuat pencari nafkah mengalami impoten finansial. Apa sajakah itu? Ya, tidak jauh dari hal-hal di bawah ini: Baca lebih lanjut

Asuransi Di Usia 40 Tahun

Life begin at 40Ada apa dengan Usia 40 Tahun?

Anda pasti pernah mendengar kata pepatah terkenal yang berbunyi hidup baru dimulai pada usia 40 tahun. Usia 40 tahun memang unik dan sering dimaknai berbeda dengan usia lainnya. Pertanyaan ini semakin mengemuka ketika dapatkan fakta bahwa usia Nabi Muhammad SAW saat diutus adalah 40 tahun. Tentu ini bukanlah sebuah kebetulan yang tanpa makna. 40 tahun merupakan suatu fase usia yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an di Al-Ahqaaf:15, yang artinya

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orangtuanya, ibunya yang mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila Ia dewasa dan umurnya sampai 40 tahun Ia berdoa “ Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai: Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang orang yang berserah diri. “ (QS. Al-Ahqaaf:15).

Di banyak negara dan instansi usia 40 tahun menjadi persyaratan untuk menduduki jabatan tertentu yang strategis. Seperti kepala negara, direktur dan sebagainya. Masyarakat sendiri baru cenderung mengakui prestasi seseorang secara mantap tatkala orang itu berusia 40 tahun. Presiden Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun, Soeharto menjadi presiden saat 46 tahun, John F Kennedy 44 tahun, Bill Clinton 46 tahun, Toni Blair menjadi Perdana Menteri Inggris juga pada usia 44 tahun. Baca lebih lanjut

1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga

Siklus hidup manusia selalu beputar. Kita lahir, besar dan berkembang, kemudian bekerja dan berkarir.  Tidak lama kemudian menikah dan berkeluarga.  Memiliki anak dan kemudian membesarkannya adalah dambaan setiap keluarga baru.  Semua proses tersebut berjalan alamiah seperti pada umumnya.  Lalu dari manakah perjalanan keluarga tersebut bisa berjalan baik?  Kehidupan keluarga bisa berjalan baik tentu tidak lepas dari hasil pekerjaan yang dilakukan oleh kepala keluarga. Dan hasil pekerjaan itu lebih akrab ditelinga kita dengan sebutan income, pendapatan, atau penghasilan.

Rata-rata orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan seperti gambar dibawah ini:

Proteksi penghasilan 1Pertanyaannya, apa yang terjadi jika, karena satu dan lain hal, PENGHASILAN kita BERHENTI?
Baca lebih lanjut