Category Archives: Tips Keuangan

Kartu-Kartu yang Akan Anda Gunakan Saat Risiko Sakit Datang

Sekarang jamannya cashless, apa-apa pakai kartu juga aplikasi handphone pintar. Sudah sangat jarang pakai uang cash. Program pemerintah pun banyak yang pakai kartu-kartu. Coba perhatikan dompet Anda, bisa dipastikan hanya ada uang cash secukupnya, dan sisa uang yang sebagian besar lain sudah berbentuk kartu.

Nah, dari sekian banyak kartu yang ada di dompet, kartu apa aja sih yang biasa digunakan saat sakit?

Pertama, Kartu BPJS Kesehatan

Sumber: Google.co.id

BPJS Kesehatan wajib dan bermanfaat. Itulah slogan dari BPJS Kesehatan. BPJS ini wajib bagi seluruh WNI dan WNA yang sudah menetap selama minimal 6 bulan. BPJS ini ada 3 fasilitas kelas, yaitu kelas 3, kelas 2, dan kelas 1, dengan iuran paling mahal yaitu 80 ribu per bulan untuk kelas 1. Jika dirawat inap di Rumah Sakit, Kartu BPJS akan menjamin kelas sesuai yang tertera di kartu. Kartu BPJS ini bisa digunakan juga untuk rawat jalan. Ketika Anda sakit ringan seperti flu, badan meriang, bisa datang ke fasilitas kesehatan yang tertulis di kartu, dan Anda akan mendapat layanan kesehatan tingkat awal.

Kedua, Kartu ATM

Sumber: Google.co.id

Tak sedikit kejadian di Rumah Sakit bahwa ketika hendak rawat inap, kamar sudah penuh dan hanya ada kelas kamar di luar jaminan kartu BPJS yang Anda miliki. Sehingga Anda akan membayar lebih setelah selesai rawat inap dikarenakan naik fasilitas kelas. Bahkan bagi beberapa orang, lebih baik menggunakan uang tabungan daripada antri-antri dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Artinya kartu ATM akan sering digunakan untuk menarik dana dari rekening tabungan.

Ketiga, Kartu Seluler

Sumber gambar: googling

Kartu ketiga ini biasanya akan digunakan setelah kartu ATM sudah tidak lagi bisa digunakan. Maksudnya, ketika risiko sakit sudah mulai berbiaya besar, aset-aset telah terjual, dana di rekening sudah tiada. Maka yang umum terjadi adalah Anda akan mencoba menelepon sanak keluarga atau sahabat untuk meminjam sejumlah dana guna menutupi biaya ketika terjadi risiko sakit kritis.

Penanganan Risiko Sakit Kritis yang Berbiaya Besar

Maukah Anda saya tunjukkan bahwa ada kartu lain yang bisa melengkapi ketiga kartu di atas dalam menangani biaya ketika risiko terjadi? Apa itu? Yaitu Kartu Asuransi (Plus Buku Polis Asuransi) yang isi jaminannya yaitu melindungi Anda dari RSCM yang membutuhkan biaya yang sangat besar. RSCM ini merupakan singkatan dari:

  1. Rawat inap. Termasuk ke sini adalah operasi atau pembedahan. Sakit jika belum sampai harus rawat inap atau pembedahan, belum membutuhkan biaya besar jadi masih bisa ditanggung sendiri.
  2. Sakit kritis. Punya asuransi utk rawat inap saja tidak akan cukup jika kejadiannya penyakit kritis, yaitu golongan penyakit berat dan berbiaya besar seperti kanker, jantung koroner, stroke, gagal ginjal, tumor otak. Sakit kritis pun dapat menimbulkan hilangnya kemampuan bekerja, padahal biaya hidup harus terus dipenuhi.
  3. Cacat tetap. Cacat tetap dapat disebabkan sakit atau kecelakaan, dan akibatnya menimbulkan hilangnya kemampuan produktif, padahal biaya hidup terus berjalan.
  4. Meninggal dunia. Jika terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, maka keluarga tsb akan kehilangan sumber penghasilan. Dan terjadi pada siapa pun, minimal butuh uang utk biaya pemakaman serta tradisi budaya/agama yang menyertainya.

 

Sumber: google.co.id

Sumber: google.co.id

Dengan memiliki Asuransi (Buku Polis dan Kartu Asuransi), kemungkinan untuk Anda sering-sering mengeluarkan Kartu ATM dari dompet akan semakin berkurang. Kartu seluler di HP Anda pun bisa Anda gunakan untuk bersilaturahmi, bukan untuk meminjam uang. Bisa tetap berguna untuk berbisnis atau beraktifitas seperti biasa. Dan kartu BPJS Kesehatan Anda pun akan menjadi kartu pahala Anda, karena iuran yang Anda bayarkan akan menjadi derma gotong royong bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan biaya pengobatan. Demikian.

Untuk konsultasi asuransi Allianz Syariah, silakan menghubungi saya,

Muhamad Ibnu Setiawan (Business Executive Allianz Star Network)

HP/WA: 0857 2612 7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com 

 

 

 

 

 

Iklan

4 Risiko Hidup yang Membutuhkan Asuransi

Apa itu RSCM? Ini bukan nama rumah sakit terkenal itu. RSCM berarti singkatan dari Rawat inap, Sakit kritis, Cacat tetap, dan Meninggal dunia. Empat kejadian ini membutuhkan asuransi untuk menangani dampak keuangannya.

  1. Rawat inap. Termasuk ke sini adalah operasi atau pembedahan. Sakit jika belum sampai harus rawat inap atau pembedahan, belum membutuhkan biaya besar jadi masih bisa ditanggung sendiri.
  2. Sakit kritis. Punya asuransi utk rawat inap saja tidak akan cukup jika kejadiannya penyakit kritis, yaitu golongan penyakit berat dan berbiaya besar seperti kanker, jantung koroner, stroke, gagal ginjal, tumor otak. Sakit kritis pun dapat menimbulkan hilangnya kemampuan bekerja, padahal biaya hidup harus terus dipenuhi.
  3. Cacat tetap. Cacat tetap dapat disebabkan sakit atau kecelakaan, dan akibatnya menimbulkan hilangnya kemampuan produktif, padahal biaya hidup terus berjalan.
  4. Meninggal dunia. Jika terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, maka keluarga tsb akan kehilangan sumber penghasilan. Dan terjadi pada siapa pun, minimal butuh uang utk biaya pemakaman serta tradisi budaya/agama yang menyertainya.

Mengapa RSCM? Karena empat kejadian ini memiliki 3 kesamaan sekaligus, yaitu:

  1. Kejadiannya TIDAK DIINGINKAN;
  2. Waktunya TIDAK DAPAT DIKETAHUI;
  3. Butuh BIAYA BESAR.

Itulah tiga kriteria dibutuhkannya asuransi. Baca lebih lanjut

Tips Memilih Produk Asuransi Yang Cocok

Ketika akan menentukan sebuah pilihan, apakah Anda meminta saran atau tips dari orang lain agar memudahkan untuk memutuskan pilihan? Namun, ketika memilih produk asuransi, sangat perlu bagi Anda untuk meminta saran. Di sisi lain ada baiknya juga tidak sekedar ikut-ikutan apa kata orang. Karena produk asuransi adalah produk perlindungan keuangan bagi orang-orang yang Anda sayangi. Tentunya tidak sembarangan ketika akan memilih produk asuransi. Berikut ini sedikit tips memilih produk asuransi yang cocok atau tepat.

Pertama, pilihlah asuransi sesuai kebutuhan. Jika Anda masih lajang, maka asuransi yang dibutuhkan adalah produk asuransi kesehatan yang bisa mencover biaya RS ketika Anda dirawat di RS. Jika Anda sudah berkeluarga dan Anda sebagai pencari nafkah, maka Anda membutuhkan Asuransi Jiwa sebagai proteksi keuangan keluarga jika terjadi sesuatu terhadap Anda sebagai pencari nafkah. Juga Anda dan keluarga membutuhkan juga asuransi kesehatan untuk semua anggota keluarga. Hal ini penting untuk membayar semua biaya dokter dan rumah sakit untuk Anda dan keluarga jika dirawat di Rumah Sakit. Tips tambahan, pilihkan produk asuransi kesehatan dalam bentuk cashless (kartu) sehingga tidak perlu repot mengurus uang penggantian selama di rumah sakit.

Kedua, ketahuilah berapa kebutuhan Asuransi Anda. Jika Anda seorang pencari nafkah dengan penghasilan 5 juta per bulan, maka Anda membutuhkan Proteksi Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan paling tidak sebesar 1 Miliar. (Baca juga: Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa).

Ketiga, sesuaikan dengan kemampuan Anda ketika hendak membeli asuransi. Untuk urusan budget,  biasanya berkisar antara 10%-15% dari penghasilan.

Keempat, belilah produk asuransi dari perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK dan belilah dari agen yang berlisensi atau sertifikasi dari AAJI.

Kelima, pelajari tentang manfaat asuransi yang hendak Anda beli. Jangan sungkan untuk “cerewet” dan terus bertanya kepada agen yang menawarkan produk asuransi kepada Anda. Pelajari juga mengenai prosedur klaim supaya memudahkan ketika hendak mengajukan klaim.

Keenam, jujur dan terbuka ketika hendak akan mendaftarkan diri pada perusahaan asuransi. Kondisi yang jujur dan terbuka mengenai kondisi diri, terutama tentang kondisi kesehatan, akan menghindarkan Anda dari penolakan ketika akan mengajukan klaim. (Baca juga: Kenapa Klaim bisa Ditolak?)

Ketujuh, Manfaatkan Free Look Period. Jjika Anda sudah membeli asuransi, pelajarilah dengan seksama polis yang Anda punyai. Anda punya waktu selama 14 hari dimana Anda sebagai Pemegang Polis dapat membatalkan Polis apabila tidak menyetujui syarat-syarat dan ketentuan dalam ketentuan Polis karena alasan apapun. Penanggung atau perusahaan asuransi akan mengembalikan Premi yang telah dibayarkan dikurangi biaya pembatalan Polis.

Demikian tips yang semoga membantu Anda untuk memutuskan pilihan produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda.

***

Ingin konsultasi produk Allianz Syariah secara gratis? Silakan menghubungi saya:

M. Ibnu Setiawan [Business Executive ASN]

HP/WA: 0857 2612 7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com |

Hidup Tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi, Ini Bedanya

Berikut saya berikan ilustrasi yang mudah dipahami mengenai perbedaan menjalani hidup, antara seseorang yang hanya menabung biasa (TANPA asuransi), dengan seseorang yang tidak hanya menabung biasa (PUNYA asuransi).

tapri-vs-tapro-1

Contoh Kasus Perbedaannya:   Hidup tanpa Asuransi atau Dengan Asuransi

Dua Orang AMIR dan ARIF, masing-masing berusia 30 Tahun, keduanya tidak merokok dan memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta. Amir dan Arif merencanakan keuangannya dengan menabung sebesar Rp. 500.000/bulan demi Masa Depan Keluarga mereka dengan cara :

  • AMIR dengan Tabungan Biasa
  • ARIF dengan Tapro (Tabungan Proteksi) Allianz

tapri-vs-tapro-2 Baca lebih lanjut

Bisa Jadi, Polis Asuransi Jiwa Adalah Harta Terakhir Kita

irena dan asuransi

Saat kita mengalami kesulitan keuangan, apa yang kita lakukan?

Yang paling realistis adalah mengurangi pengeluaran.

Ada banyak pengeluaran kita dalam sebulan. Biaya makan-minum, biaya rumah tangga, cicilan rumah, cicilan kendaraan, sekolah anak, zakat dan sedekah, premi asuransi, pulsa, bensin, operasional bisnis, iuran klub olahraga, dan sebagainya.

Pengeluaran apa yang pertama kali terpikirkan untuk dikurangi?

Mungkin di antara kita ada yang menjawab, premi asuransi.

Ya, itu pilihan yang kelihatannya paling nyaman daripada mengurangi pengeluaran yang lain. Tapi jangan salah, bisa jadi itu juga kesalahan yang paling fatal. Baca lebih lanjut