Category Archives: Edukasi asuransi

Tips Memilih Produk Asuransi Yang Cocok

Ketika akan menentukan sebuah pilihan, apakah Anda meminta saran atau tips dari orang lain agar memudahkan untuk memutuskan pilihan? Namun, ketika memilih produk asuransi, sangat perlu bagi Anda untuk meminta saran. Di sisi lain ada baiknya juga tidak sekedar ikut-ikutan apa kata orang. Karena produk asuransi adalah produk perlindungan keuangan bagi orang-orang yang Anda sayangi. Tentunya tidak sembarangan ketika akan memilih produk asuransi. Berikut ini sedikit tips memilih produk asuransi yang cocok atau tepat.

Pertama, pilihlah asuransi sesuai kebutuhan. Jika Anda masih lajang, maka asuransi yang dibutuhkan adalah produk asuransi kesehatan yang bisa mencover biaya RS ketika Anda dirawat di RS. Jika Anda sudah berkeluarga dan Anda sebagai pencari nafkah, maka Anda membutuhkan Asuransi Jiwa sebagai proteksi keuangan keluarga jika terjadi sesuatu terhadap Anda sebagai pencari nafkah. Juga Anda dan keluarga membutuhkan juga asuransi kesehatan untuk semua anggota keluarga. Hal ini penting untuk membayar semua biaya dokter dan rumah sakit untuk Anda dan keluarga jika dirawat di Rumah Sakit. Tips tambahan, pilihkan produk asuransi kesehatan dalam bentuk cashless (kartu) sehingga tidak perlu repot mengurus uang penggantian selama di rumah sakit.

Kedua, ketahuilah berapa kebutuhan Asuransi Anda. Jika Anda seorang pencari nafkah dengan penghasilan 5 juta per bulan, maka Anda membutuhkan Proteksi Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan paling tidak sebesar 1 Miliar. (Baca juga: Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa).

Ketiga, sesuaikan dengan kemampuan Anda ketika hendak membeli asuransi. Untuk urusan budget,  biasanya berkisar antara 10%-15% dari penghasilan.

Keempat, belilah produk asuransi dari perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK dan belilah dari agen yang berlisensi atau sertifikasi dari AAJI.

Kelima, pelajari tentang manfaat asuransi yang hendak Anda beli. Jangan sungkan untuk “cerewet” dan terus bertanya kepada agen yang menawarkan produk asuransi kepada Anda. Pelajari juga mengenai prosedur klaim supaya memudahkan ketika hendak mengajukan klaim.

Keenam, jujur dan terbuka ketika hendak akan mendaftarkan diri pada perusahaan asuransi. Kondisi yang jujur dan terbuka mengenai kondisi diri, terutama tentang kondisi kesehatan, akan menghindarkan Anda dari penolakan ketika akan mengajukan klaim. (Baca juga: Kenapa Klaim bisa Ditolak?)

Ketujuh, Manfaatkan Free Look Period. Jjika Anda sudah membeli asuransi, pelajarilah dengan seksama polis yang Anda punyai. Anda punya waktu selama 14 hari dimana Anda sebagai Pemegang Polis dapat membatalkan Polis apabila tidak menyetujui syarat-syarat dan ketentuan dalam ketentuan Polis karena alasan apapun. Penanggung atau perusahaan asuransi akan mengembalikan Premi yang telah dibayarkan dikurangi biaya pembatalan Polis.

Demikian tips yang semoga membantu Anda untuk memutuskan pilihan produk asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda.

***

Ingin konsultasi produk Allianz Syariah secara gratis? Silakan menghubungi saya:

M. Ibnu Setiawan [Business Executive ASN]

HP/WA: 0857 2612 7497 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com |

Iklan

Dapatkan Asuransi Penyakit Kritis UP 1 Miliar Mulai 300 Ribu Per Bulan

Sebuah survei yang dimuat di Harian Kompas menyebutkan bahwa 85% pasien kanker dan keluarga bangkrut. Mengapa? Karena saking besarnya biaya untuk pengobatan dan perawatan kanker, bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Bahkan para artis terkenal yang sepertinya banyak uang pun tak kebal dari kebangkrutan ketika terpaksa harus mengalami penyakit berat semacam kanker dan penyakit kritis lainnya. Ada yang harus menggelar konser musik untuk menggalang sumbangan, ada yang harus menjual rumah dan mobil, ada yang sampai bercerai dengan pasangan, bahkan ada yang saldo ATM-nya tinggal 37 ribu (tidak bisa ditarik sama sekali), plus masih dikejar-kejar penagih utang. (Baca di SINI).

Jika para artis saja bisa bangkrut, bagaimana dengan kita?

Jangan lupa, dampak penyakit kritis bukan hanya soal biaya berobat di rumah sakit, tapi juga bisa mengurangi kemampuan bekerja. Jika ini terjadi pada pencari nafkah dalam keluarga, berarti keluarga tsb kehilangan sumber penghasilan.

Nah, jika besok atau lusa dokter mendiagnosa suatu penyakit yang butuh biaya ratusan juta sampai miliaran, siapkah kita dan keluarga kita?

Jika akibat penyakit berat tersebut membuat kita kehilangan produktivitas dan penghasilan, siapkah kita dan keluarga kita? 

Solusi: Asuransi Penyakit Kritis dari Tapro Allianz

Jika belum siap, jangan khawatir. Ada solusinya dari Allianz, penyedia asuransi penyakit kritis terbaik dan termurah di Indonesia, melindungi hingga 100 kondisi penyakit kritis sejak tahap awal sampai usia 100 tahun. Syaratnya, anda mengambil program ini selagi masih sehat dan punya uang.

Dengan program ini, anda tidak perlu merogoh uang 1 miliar saat dibutuhkan, tapi cukup dengan mencicil mulai sekarang premi 300 ribu per bulan (tergantung usia dan jenis kelamin), maka anda telah menyiapkan uang tunai untuk biaya penyakit kritis sebesar 1 miliar.

Ada dua produk asuransi penyakit kritis yang disarankan. Baca lebih lanjut

Berapa Biaya Penyakit Kritis? Berkaca dari Pengalaman Para Artis

5 artis yang pernah mengalami penyakit kritis: Chrisye, Franky, Gugun Gondrong, Jupe, Olga

Berapa sebenarnya biaya pengobatan penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal?

Tergantung penyakitnya apa, seberapa parah kondisinya, dan di rumah sakit apa berobatnya. Tapi yang pasti sangat besar, bahkan bisa bikin bangkrut. Selain itu, penyakit kritis bisa mengurangi produktivitas sehingga penghasilan pun berkurang bahkan hilang.

Jika melihat pengalaman para artis terkenal yang pernah mengalami penyakit kritis, biayanya ternyata bisa sampai miliaran. Bahkan banyak di antaranya yang mengalami kebangkrutan. Padahal sebagai artis terkenal dengan bayaran yang mahal, mereka mestinya banyak uang. Tapi uang yang banyak itu pun ternyata masih kurang.

Disclaimer On: Mohon maaf kepada para artis yang namanya disebutkan di sini. Saya tidak bermaksud buruk, hanya untuk ambil hikmahnya saja (penulis/admin).  Baca lebih lanjut

Cara Pengajuan Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan Allianz

klaim-allianzCara klaim asuransi bisa dikelompokkan menjadi 4 jenis tergantung kejadiannya, yaitu meninggal dunia, cacat, penyakit kritis, dan rawat inap.

Berikut penjelasannya.

Cara Klaim Meninggal Dunia

Produk terkait klaim meninggal dunia yaitu Tapro Allisya Protection Plus dengan manfaat:

No Formulir/Berkas yang Dibutuhkan
1 Formulir Pengajuan Klaim Meninggal Dunia, ditandatangani ahli waris
2 Polis asli
3 Surat Keterangan Dokter tentang Penyebab Kematian
4 Jika tertanggung meninggal karena kecelakaan atau sebab tidak wajar, lampirkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian
5 Jika meninggal di rumah tanpa perawatan dokter, buat laporan kronologis kematian dan ditandatangani ahli waris
6 Surat Kuasa Pemaparan Isi Rekam Medis, diisi dan ditandatangani ahli waris
7 Kutipan Akta Kematian dari catatan sipil yang dilegalisir
8 Surat Keterangan Meninggal dari kelurahan yang dilegalisir
9 Surat Keterangan dari perwakilan Indonesia, jika meninggal di luar negeri.
10 Formulir Pemberitahuan Nomor Rekening
11 Fotokopi identitas diri tertanggung dan pemegang polis
12 Fotokopi identitas diri semua ahli waris (akta lahir utk ahli waris anak)
13 Dokumen lain yang menunjang, jika diperlukan.
 

Catatan:

  • Klaim meninggal dunia diajukan selambat-lambatnya 60 hari sejak tertanggung meninggal dunia.
  • Semua formulir klaim yang dibutuhkan bisa diunduh di web allianz.co.id, atau diminta ke agen anda.
  • Semua berkas klaim dikirim ke kantor agensi Allianz di mana anda mendaftar, atau dititipkan ke agen anda, atau dikirim ke kantor pusat Allianz Life Indonesia, dengan alamat Allianz Tower, Jl HR Rasuna Said Kawasan Kuningan Persada Super Blok 2 Jakarta 12980 telp 021-29268888.

Baca lebih lanjut

Allianz Menawarkan Konsep Kebutuhan Proteksi Bukan Ilustrasi Investasi

proteksi-di-unit-link

Begitu banyak sekali perusahaan asuransi yang ada di Indonesia  dengan berbagai macam produk dan keunggulannya, sehingga membuat calon nasabah bingung dalam memilih proteksi yang sesuai dengan kebutuhannya. Dan produk yang paling laku di pasar saat ini adalah asuransi unit link. Entah mengapa unit link laku terjual di pasaran? Mungkin hal ini disebabkan oleh sebagian para tenaga pemasar asuransi  yang begitu gencar mempromosikan hasil investasi pada sebuah ilustrasi yang mereka tawarkan, sehingga  membuat tertarik para calon nasabah untuk membeli asuransi unit link, dengan alasan uang premi yang disetorkan tidak hangus dan  akan kembali modal (Break Event Point) dalam 10 tahun atau 20 tahun. Atau mungkin juga karena karakter kebanyakan orang di masyarakat kita yang tidak ingin rugi dalam berasuransi.

Mengapa Allianz?

Allianz banyak mengajarkan saya bahwa asuransi sebenarnya adalah sebuah proteksi bukan investasi. Baca lebih lanjut