Kinerja Unit Link Allianz Syariah Tahun 2015

investasi bertumbuhMembahas investasi memanglah sangat mengasyikkan. Terlebih lagi melihat angka-angka yang semakin lama semakin besar, tentunya akan semakin membuat sumringah dan tersenyum lebar. Nah, kali ini kami akan membahas tentang kinerja unit link Allianz Syariah, terutama membahas Allisya Rupiah Equity Fund. Bagaimana kinerjanya selama tahun 2015? Penasaran?? Baca sampai selesai ya 😀

Kinerja Allisya Equity Fund (berbasis saham/pasar modal) Tahun 2015

Investasi unit link Allianz Syariah (Allisya Rupiah Equity Fund) tahun 2015 ternyata tidak terlalu menggembirakan. Akan tetapi perlu dicatat juga bahwa ini tidak hanya dialami oleh Unit Link Allianz Syariah tetapi oleh semua produk investasi khususnya yang berbasis pasar modal.  Pada tahun 2015 kinerja Allisya Equity Fund bertumbuh -12,06%. Mari kita lihat tolak ukurnya pada yang lain, misalkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang pada tahun 2015 ini kinerjanya turun sebesar -12.13%, ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) turun sebesar -13.98% dan JII (Jakarta Islamic Index) turun sebesar -12.69%.  Dari sini menunjukkan kinerja Allisya Equity Fund tidak kalah dengan beberapa tolak ukur. Bahkan jika dibandingkan dengan kinerja unit link syariah sekelas, kinerja Allisya Equity Fund masih tergolong baik.

Saya telah mencoba membuat tabel untuk mengetahui kinerja investasi unit link Allianz Syariah sejak pertama kali diluncurkan tahun 2008.  Tabel ini terutamanya untuk Allisya Rupiah Equity Fund

Kinerja Allisya Equity Fund. Dihitung berdasar NAB tanggal 31 Desember dari tahun 2008-2015. Perhitungan return menggunakan Geometric Mean / Annualized Return

Kinerja Allisya Equity Fund. Dihitung berdasar NAB tanggal 31 Desember dari tahun 2008-2015. Perhitungan return menggunakan Geometric Mean / Annualized Return

Bingung cara bacanya? Caranya begini, tinggal lihat kolom sisi kiri dan geser ke kanan. Misal tahun 2009 dijadikan sebagai patokan, maka selama setahun (2009-2010 -> dari kolom kiri pada tahun 2009 digeser ke kanan hingga kolom 2010) investasi Allisya Equity Fund bertumbuh 23,02% per tahun dan dalam 2 tahun (2009-2011) bertumbuh rata-rata 11,21% per tahun, begitu seterusnya.

Kalau ingin melihat secara keseluruhan kinerja Allisya Equity Fund, ada cara cepatnya. Lihat saja kolom paling kanan. Angka 1 menunjukkan pertumbuhan 1 tahun terakhir, angka 2 menunjukkan 2 tahun terakhir, dan seterusnya, terhitung dari tahun 2015. Dari tabel tersebut menunjukkan  investasi Allisya Equity Fund dalam 1 tahun terakhir (2014-2015) bertumbuh -12,06% per tahun, dalam 2 tahun terakhir (2013-2015) bertumbuh rata-rata 2,25% per tahun, dalam 3 tahun terakhir (2012-2015) bertumbuh rata-rata 1,70% per tahun, dalam 5 tahun terakhir (2010-2015) bertumbuh rata-rata 2,95% per tahun, dan dalam 7 tahun terakhir (2008-2015) bertumbuh sekitar 12,44% rata-rata per tahun.

Dua pendekatan

Pendekatan Pertama, misalkan anda ditawari oleh Agen Allianz dan akhirnya mengambil produk unit link Allianz  Syariah ini dari tahun 2011 untuk persiapan pendidikan anak anda. Dilihat dari tabel, maka kurang lebih nilai investasi yang anda punya hanya bertumbuh rata-rata 3,56%  setiap tahunnya. Coba deh gali kembali memori Anda atau coba cari lagi ilustrasi yang ditawarkan oleh agen anda yang akhirnya anda menandatangani ilustrasi tersebut. Kalau agen anda menggunakan kinerja investasi 18% (asumsi tinggi) maka perhitungan di ilustrasi meleset jauh dari kenyataan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Bisa kecewa Anda.

Baca juga: Ambil Unit Link buat investasi pendidikan?? Pikir-pikir deh,,

Jauh berbeda dengan Pendekatan Kedua. Misalnya di akhir tahun 2011 Anda bertemu dengan leader kami yang baik hati, Bapak Asep Sopyan RFP®, pemilik blog myallisya.com, dan akhirnya Anda mempunyai produk Tapro Allisya dengan Proteksi Asuransi Jiwa 1 Miliar dengan premi 355 ribu per bulan, maka jalan cerita akan menjadi lain. Anda tetap akan tersenyum ceria, karena Anda tetap mempunyai proteksi Asuransi Jiwa senilai 1 Miliar hingga tahun 2015.

Pada pendekatan kedua, pendekatan yang lebih mengutamakan tujuan proteksi. Perubahan pertumbuhan investasi tidak memiliki dampak secara signifikan. Sedangkan pada pendekatan yang pertama, asuransi unit link untuk tujuan investasi. Jika Anda ditawari asuransi unit link dari perusahaan manapun dan ditonjolkan tujuan investasinya,  maka bisa menimbulkan rasa kecewa. Dengan melihat kondisi pasar modal di Indonesia selama 5 tahun terakhir, Anda akan kecewa karena hasil tidak sesuai  yang “dijanjikan”.

Artikel ini bisa memberikan kesimpulan untuk Anda. Bahwa akhirnya lebih baik kembalikan lagi fungsi produk asuransi, yaitu untuk proteksi. Meskipun itu produk unit link. Mari kembali ke khittah: Asuransi itu Proteksi, bukan Investasi!

Salam,

M. Ibnu Setiawan | HP/WA: 085726127497 | BBM: 5748E6A0 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s