Apakah Asuransi itu Sama dengan Judi?

insurance puzzleBanyak orang beranggapan bahwa asuransi itu sama dengan perjudian (Gambling), hal ini dapat dimaklumi mengingat keduanya sama-sama “bemain” pada area ketidakpastian. Namun menurut saya hanya itulah satu-satunya persamaan yang dimiliki keduanya.

Sebelum menyimpulkan apakah asuransi sama dengan judi, baiknya kita pahami dulu apa sebenarnya judi dan apa sebenarnya asuransi seperti yang dijelaskan dalam blog myallisya.com berikut ini:

Pengertian Judi

Judi adalah permainan peluang atau tebak-tebakan yang memakai taruhan dengan imbalan sejumlah hadiah, di mana pihak yang menang akan mendapat hadiah dan pihak yang kalah akan kehilangan uang atau barang taruhan.

Permainan peluang berarti segala usaha yang sepenuhnya mengandalkan spekulasi atau untung-untungan, bukan melalui keahlian atau bekerja. Kalaupun ada unsur keahlian, unsur spekulasinya jauh lebih besar daripada unsur keahliannya.

Tebak-tebakan termasuk permainan peluang, sengaja disebut secara khusus karena sebagian besar judi tak lebih dari tebak-tebakan belaka. Contohnya tebak nomor togel, tebak angka dadu, tebak pemenang pacuan kuda, tebak skor pertandingan bola, dan tebak jenis kelamin seorang bayi.

Beberapa jenis judi agak mengandalkan keahlian atau pengalaman, seperti permainan kartu dan permainan ketangkasan. Trading saham dan forex (mata uang asing) bisa jadi judi jika unsur spekulasinya lebih mendominasi. Bahkan menaruh uang dalam sebuah investasi atau bisnis yang tidak jelas pun dekat sekali dengan judi.

Judi selalu memakai taruhan, bisa berupa uang atau barang sesuai kesepakatan. Uang taruhan ini akan menjadi hadiah bagi yang menang, baik secara langsung atau melalui penyelenggara (bandar), sehingga yang kalah akan mengalami kerugian sejumlah uang yang dipertaruhkan. Adanya taruhan ini membedakan judi dari permainan peluang dan tebak-tebakan berhadiah lainnya.

Pengertian Asuransi

Asuransi (konvensional) adalah perjanjian di antara tertanggung dan penanggung, di mana pihak tertanggung menyerahkan sejumlah uang premi kepada penanggung, dan sebagai balasannya pihak penanggung memberikan perlindungan keuangan kepada tertanggung atas suatu risiko yang mungkin terjadi pada diri atau harta tertanggung.

Tertanggung adalah peserta asuransi atau nasabah, penanggung adalah perusahaan asuransi. Tertanggung bisa saja orang-pribadi, sekumpulan orang, atau badan usaha. Sedangkan penanggung selalu merupakan perusahaan asuransi atau reasuransi.

Premi diserahkan oleh tertanggung kepada penanggung untuk ditukar dengan perlindungan keuangan yang besarnya disekapati. Besarnya premi yang dibayarkan tertanggung dan perlindungan keuangan yang diberikan penanggung dihitung oleh perusahaan asuransi berdasarkan rumus tertentu, dengan memperhitungkan statistik kejadian, biaya operasional, dan keuntungan.

Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi dibatasi oleh kriteria tertentu, antara lain memiliki dampak keuangan kepada diri tertanggung atau keluarganya. Contoh risiko yang biasanya dipertanggungkan dalam asuransi jiwa: meninggal dunia, sakit rawat inap, penyakit kritis, cacat atau meninggal karena kecelakaan, dan cacat tetap total. Contoh risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi kerugian: kerusakan barang, kehilangan kendaraan, kebakaran rumah, dan kerugian akibat gugatan pihak ketiga.

Dampak keuangan dari suatu risiko mungkin tergolong ringan sehingga bisa ditanggung sendiri, atau cukup berat sehingga tidak bisa ditanggung sendiri. Seseorang dapat memilih apakah akan menanggung sendiri risikonya, ataukah mengalihkannya ke pihak lain yang lebih kuat, yaitu perusahaan asuransi. Bagi orang yang menyadari beratnya dampak dari suatu risiko, pada dirinya akan timbul suatu kebutuhan untuk mengalihkan dampak keuangan dari risiko tersebut ke perusahaan asuransi. Jadi, asuransi adalah kebutuhan, yang jika tidak dipenuhi, bisa berbahaya bagi kondisi keuangan seseorang.

Perbedaan Judi dengan Asuransi

Dari pengertian judi dan asuransi di atas berikut penjelasannya, apakah anda menemukan kesamaan antara judi dan asuransi?

Berbeda dari yang sekilas tampak, saya pribadi justru menemukan banyak sekali perbedaan. Bukan hanya perbedaan, tapi pertentangan. Judi dan asuransi adalah bertolak-belakang dalam banyak hal.

Secara prinsip, Asuransi adalah perlindungan, mungkin inilah kata kunci utama yang harus kita tanamkan dalam benak kita saat berfikir tentang asuransi. Harta benda, kesehatan maupun tubuh kita setiap saat selalu “diancam” oleh risiko baik yang kita sadari maupun tidak. Setiap langkah dan tindakan yang kita ambil akan menimbulkan risiko, bahkan bila kita kita melakukan apapun, malah dapat memunculkan risiko baru atas diamnya kita tersebut.

Contoh simple dalam kehidupan kita, setiap hari kita harus berangkat kerja, menggunakan kendaraan umum maupun pribadi, risiko yang muncul dari kegiatan itu antara lain kecelakaan saat perjalanan yg menyebabkan luka badan atau kerusakan kendaraan, kehilangan harta benda saat berada dikendaraan umum, risiko datang terlambat karena kejadian tiba-tiba, ban bocor dll. Sebaliknya jika kita memutuskan untuk tdk berangkat kerja guna menghindari risiko-risiko diatas, akan menimbulkan risiko baru misalnya, kehilangan kesempatan mendapatkan bisnis atau mungkin terancam kehilangan pekerjaan. Asuransi merupakan salah satu alternatif untuk mengalihkan sebagian risiko-risiko diatas sehingga kita dapat merasa tenang jika sampai terjadi. Namun asuransi pun tidak dapat menjamin seluruh risiko, hanya risiko murni (pure risk) saja yang dapat diasuransikan (pembahasan mengenai jenis-jenis risiko akan disampaikan pada kesempatan terpisah).

Singkatnya asuransi baru dapat berguna pada saat suatu peristiwa/kejadian yang menimbulkan kerugian terjadi seperti kecelakaan, kehilangan, kebakaran dll.

Sebaliknya dalam perjudian, tidak diperlukan adanya peristiwa kerugian untuk dapat menikmati hasilnya, seseorang yg memasang lotere dan menang/kalah dapat langsung menikmati hasilnya tanpa adanya kejadian tertentu dalam kehidupannya.

Dalam myallisya.com dijelaskan juga perbedaan antara Judi dan Asuransi, seperti berikut ini:

Pertama, Unsur spekulasi. Sekilas, judi dan asuransi sama-sama mengandung unsur spekulasi atau permainan peluang, tapi unsur spekulasi pada judi adalah spekulasi murni tanpa dasar sama sekali, semata-mata tebak-tebakan.  Sedangkan unsur spekulasi pada asuransi melibatkan sejumlah data statistik kejadian dan tugas perusahaan asuransi adalah memperbanyak jumlah nasabah supaya rasio klaimnya mendekati kenyataan di lapangan. Ini sesuai dengan hukum bilangan besar (the law of large number) yang mendasari cara kerja asuransi.

Dari sini, kita bisa melihat perbedaan lainnya, yaitu: Judi bisa dilakukan oleh satu orang, dua orang, sejumlah orang, atau melalui penyelenggara. Sedangkan asuransi hanya bisa diikuti oleh banyak orang, semakin banyak semakin baik. Jika asuransi diikuti oleh sedikit orang saja, itulah baru judi namanya. Asuransi yang dilakukan para artis dan bintang olahraga dunia, yaitu mengasuransikan bagian tubuh mereka yang paling berharga seperti rambut, mata, bibir, betis, hingga kaki, mungkin dapat dikategorikan judi karena statistik kejadiannya tidak mendukung. Tapi tetap perlu dilihat segi-segi lainnya seperti akan disebut di bawah ini, karena satu kesamaan saja tidak cukup untuk menyamakannya secara keseluruhan.

Kedua, Hakikat. Hakikat judi adalah spekulasi atau untung-untungan, sedangkan hakikat asuransi adalah perlindungan. Dalam judi, orang-orang menebak sesuatu dan mereka berharap tebakannya benar supaya mendapatkan keuntungan. Sedangkan dalam asuransi, orang tidak sedang menebak apakah ia akan kena musibah atau tidak, dan ia pun tidak berharap mendapat musibah. Ia hanya tahu bahwa musibah itu mungkin terjadi, dan jika terjadi ia membutuhkan bantuan keuangan untuk menanggulanginya. Itu saja.

Ketiga, Tujuan. Judi bertujuan melipatgandakan kekayaan atau mendapatkan keuntungan, sedangkan asuransi bertujuan untuk melindungi kekayaan, bukan mencari keuntungan. Dalam asuransi umum dan asuransi kesehatan ada prinsip yang disebut indemnity, yaitu tertanggung hanya bisa mendapatkan penggantian maksimum sebesar kerugian yang dia alami atau sebatas manfaat yang dia terima. Misalnya nasabah memiliki produk asuransi kesehatan dengan limit tahunan 150 juta. Suatu saat dia dirawat dengan menghabiskan biaya 100 juta, maka maksimum penggantian yang diterimanya adalah 100 juta. Lalu jika di tahun yang berbeda dia harus operasi besar sehingga membutuhkan biaya 200 juta, maksimum yang diganti asuransi adalah 150 juta. Dengan kata lain, asuransi bukan tempat cari untung.

Di pihak penyelenggara, perusahaan asuransi memang bertujuan mencari keuntungan, tapi justru keuntungan itulah yang menjamin kegiatan melindungi keuangan para nasabah bisa berjalan berkelanjutan. Para nasabah senang jika perusahaan asuransinya memperoleh keuntungan. Sebaliknya, jika perusahaan asuransi mengalami kerugian, para nasabah akan merasa tidak aman. Jadi, keuntungan yang diperoleh pihak perusahaan asuransi tidak diikuti dengan kerugian di pihak nasabah. Beda dengan judi.

Keempat, Premi dan uang taruhan. Karena tujuan yang melatarinya berbeda, premi asuransi tidak bisa disamakan dengan uang taruhan. Uang taruhan dalam judi dikeluarkan demi memperoleh uang yang lebih besar. Sedangkan premi dalam asuransi adalah biaya proteksi, yang dikeluarkan demi memperoleh bantuan keuangan jika mengalami musibah. Yang namanya biaya, wajar jika hangus atau tidak kembali, sama seperti halnya biaya listrik dan telepon (bahkan meskipun listrik dan telepon itu tidak digunakan).

Kelima, Hasil akhir. Hasil akhir dalam judi adalah menang dan kalah, atau untung dan rugi. Orang yang menang mendapat hadiah atau uang taruhan dari lawannya, dan dia untung. Sedangkan orang yang kalah kehilangan uang taruhan dan dia rugi.

Dalam asuransi tidak ada yang menang dan kalah ataupun untung dan rugi. Orang yang memperoleh uang klaim tidak bisa dikatakan untung karena saat itu ia mengalami musibah. Sedangkan orang yang tidak memperoleh uang klaim tidak bisa dikatakan rugi karena berarti ia baik-baik saja.

Perusahaan asuransi pun tidak merasa sedang kalah ketika harus membayar klaim untuk nasabahnya. Justru pembayaran klaim adalah momen yang penting bagi pihak asuransi untuk meningkatkan reputasinya di mata masyarakat.

Keenam, Dampak. Banyak orang yang bangkrut karena judi, tapi tidak ada orang yang bangkrut karena asuransi. Sebaliknya, banyak orang yang bangkrut karena tidak punya asuransi.

Judi menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat, sedangkan asuransi menjadi jaring pengaman sosial di masyarakat.

Judi menimbulkan ketagihan atau kecanduan, asuransi tidak. Orang yang kalah judi akan penasaran, orang yang menang judi akan dilanda keserakahan. Sementara itu, orang yang berasuransi tidak akan menyetor premi melebihi kemampuan.

Judi itu saling menganiaya, sedangkan asuransi itu saling menolong. Banyak penjudi akan berusaha mengalahkan lawan mainnya sampai bangkrut dan jadi budak (contoh perjudian dadu antara Duryudana dan Yudhistira dalam kisah Mahabharata). Bandar judi akan mendorong para penjudi supaya terus-menerus main di tempatnya. Sementara dalam asuransi, setiap orang akan rela jika uangnya dipakai untuk membayar klaim dari peserta lain yang mengalami musibah, dan tidak ada yang mengharapkan uang klaim itu diberikan untuk dirinya sendiri.

Secara singkat, berikut adalah Perbedaan antara Asuransi dengan Judi seperti yang tercantum di http://www.akademiasuransi.org

ASURANSI J U D I
Ada atau tidaknya asuransi, risiko tetap ada. Adanya perjanjian asuransi hanyalah alat untuk memindahkan akibat risiko itu kepada orang lain, dan berusaha untuk mengurangi atau menghilangkannya. Risiko baru ada setelah ada perjanjian untuk mengadakan permainan judi, Kalau perjanjian tidak diadakan, risiko itu tidak ada sama sekali.
Kejadian dari risiko dapat terjadi, tetapi belum pasti akan terjadi. Akibat dari risiko yang ditimbulkan pasti terjadi, hanya hasil kejadiannya tidak pasti, (siapa yang menang)
Tidak ada pihak yang untung atau rugi. Satu pihak akan untung sedangkan pihak lainnya akan rugi.
Berfaedah terhadap perekonomian & masyarakat. Sama sekali tidak berfaedah bagi masyarakat.
Didukung/diijinkan oleh Undang-undang. Lazimnya tidak didukung.
Bahaya yang terjadi tidak diinginkan oleh kedua belah pihak. Akibat yang terjadi justru diinginkan (oleh yang menang).
Jaminan yang diberikan adalah untuk menjamin kepentingan dari yang ditanggung. Perjudian tidak memberikan jaminan yang demikian.

 

Dalam hidup ini, di mana segala kemungkinan bisa terjadi, sebetulnya orang yang lebih tepat dikatakan berjudi adalah mereka yang tidak berasuransi. Seorang kepala keluarga yang tidak memiliki asuransi jiwa, sesungguhnya dia sedang berjudi dengan nasib keluarganya. Sudah tahu bahwa sebagai manusia, dia bisa meninggal dunia kapan saja tanpa pandang usia, dan jika dia meninggal, hilang pula sumber nafkah untuk keluarganya; tapi mengapa dia tidak berasuransi? Itulah judi yang sebenarnya, karena membuat kehidupan ekonomi keluarganya berada dalam bahaya setiap saat.

Setelah membaca penjelasan di atas, silahkan Anda simpulkan sendiri.

Baca Juga: Asuransi itu Melawan Takdir??

Salam,

M. Ibnu Setiawan | HP/WA: 085726127497 | BBM: 5748E6A0 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com

Sumber: https://asuransisyariahnomorsatu.wordpress.com/

Powered by: AgenAsuransiSyariah.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s