Yuk Hitung Kebutuhan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Ideal

asuransi-jiwaApa yang Dimaksud dengan Resiko Finansial?

Belum semua orang mengerti arti pentingnya manajemen risiko atau asuransi. Jaman dahulu ketika orang tua atau kakek dan nenek kita meninggal dunia, orang yang ditinggalkan tidak hanya mengalami kesedihan mental akan tetapi juga kesedihan yang bersifat material.

Berapa banyak anak yang putus sekolah atau mulai bekerja di usia belia ketika orang tua mereka secara mendadak meninggal dunia. Beberapa masih beruntung dapat melanjutkan sekolah akan tetapi gaya hidup dan kualitas hidup mereka harus turun drastis seiring dengan menurunnya penghasilan akibat hilangnya penghasilan dari orang tua (pencari nafkah) mereka telah meninggal.

Kita misalkan saja ada sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan 3 orang Anak. Sang Ayah adalah karyawan dengan pendapatan 120 juta per tahun. Sementara Sang Ibu juga bekerja dengan pendapatan 120 juta pertahun.

Pendapatan
==========
Ayah : Rp. 10.000.000,- per bulan
Ibu : Rp. 10.000.000,- per bulan
Anak : 3 orang dan anak yang terkecil berumur 1 tahun

Apakah resiko finansial dari keluarga tersebut? Yang dimaksud resiko finansial dalam keluarga ini adalah adanya peluang terjadinya musibah yang menimpa Sang Ayah (seperti kecelakaan, penyakit kritis, bencana alam, meninggal) yang menyebabkan Sang Ayah tidak dapat bekerja lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Keluarga kehilangan satu-satunya pendapatan mereka, sehingga cashflownya menjadi:

Pendapatan
==========
Ayah : –
Ibu : Rp.10.000.000,- perbulan
Anak : 3 orang dan anak yang terkecil berumur 1 tahun

Walaupun sumber pendapatan ayah  sudah tidak ada, biaya untuk kebutuhan hidup tetap harus dibayar.Ibu dan Anak tetap memerlukan makanan. Terlebih lagi apabila Sang Anak masih sekolah/kuliah sampai anak yang terkecil dewasa, secara berkala keluarga harus membayar biaya pendidikan. Untuk mempertahankan gaya hidup seperti sekarang, setiap tahun keluarga ini akan mengalami defisit sebesar 120 juta rupiah per tahun atau 10 juta per bulan. Darimana dana yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini?

Tanpa adanya perencanaan keuangan yang baik, keluarga dalam waktu dekat akan mengalami kebankrutan. Segala harta yang ada akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setelah hartanya habis, keluarga tersebut akan hidup dalam kemiskinan.

Disinilah muncul kebutuhan akan proteksi atau asuransi. Sang ayah seharusnya diasuransikan dengan nilai pertanggungan sejumlah nilai deposito,  yang dari bunga depositonya dapat digunakan untuk kehidupan per bulan dari rumah tangga tersebut.

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi

Ada beberapa metode perhitungan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa :

  1. Metoda Human Life Value (HLV): Dihitung dari rata-rata pendapatan disetahunkan dikali dengan ekspektasi lamanya dana tersebut menopang hidup hingga ahli waris mampu mandiri. Tidak perlu mempertimbangkan faktor pertumbuhan dana
  2. Metoda Income Base Value (IBV): Dihitung dari rata-rata pendapatan disetahunkan dibagi dengan faktor pertumbuhan dana. Mempertimbangkan faktor pertumbuhan dana
  3. Metode Financial Needs Based Value: Berbeda dengan 2 metode sebelumnya, tidak memproteksi penghasilan, tetapi kebutuhan keuangan di masa mendatang. Misalnya, memproteksi kebutuhan dana pendidikan buah hati kelak di masa mendatang

Contoh Kasus Perhitungan UP Jiwa

Bapak Sabar berusia 30 tahun, tidak merokok, berpenghasilan bulanan rata-rata Rp. 10.000.000,00 dan istri tidak bekerja dan memiliki anak usia 1 tahun.

Metode Human Live Value

  • Rp 10.000.000,00 x 12 x 20 = Rp 2.400.000.000,00 *)

Metode Income Based Value

  • (Rp 10.000.000,00 x 12) : 6% = Rp 2.000.000.000,00 **)

Metode Financial Needs Based Value

  • Rp 125.000.000,00 (1 + 0,15 )^17 = Rp 1.345.158.000,00 ***)

*) Asumsi buah hati mandiri dan berpenghasilan sendiri di usia 21 tahun

**) Asumsi bunga deposito 7,5% dan PPh bunga deposito 20%, sehingga nett 6%

***) Biaya Pendidikan Tinggi saat ini Rp 125.000.000,00 dan tingkat kenaikan biaya pendidikan 15% per tahun

Baca juga:

Berapa Nilai Ekonomis Diri Anda??

Berapa Proteksi Dana Pendidikan yang Harus Anda Punya?

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber :

http://pandjiharsanto.com/2011/06/23/cara-menghitung-uang-pertangungan-asuransi-jiwa/

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/23/08083382/Bagaimana.Menghitung.Uang.Pertanggungan.Asuransi

Iklan

2 responses to “Yuk Hitung Kebutuhan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Ideal

  1. Ping-balik: Menghitung Kebutuhan Asuransi Secara Islami | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

  2. Ping-balik: Tips Memilih Produk Asuransi Yang Cocok | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s