Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan

Sumber: google.co.id

Sumber: google.co.id

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya bisa baca-baca terlebih dahulu beberapa artikel berikut:

Lindungi Rancangan dan Persiapan Dana Pendidikan Anak Anda

Tips Merancang dan Mempersiapkan Dana Pendidikan Si Buah Hati

Yuk Siapkan Proteksi Dana Pendidikan dengan Tapro Allisya

Yuk mari kita mulai mempelajari ilustrasi tapro dengan tujuan mempersiapkan dana pendidikan anak.

ILUSTRASI 1.

Ini yang umumnya diminta para calon nasabah, yang ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk putra putri tercinta.

aspend-200_300_18th483jt

Keterangan Ilustrasi ini:

Pemegang polisnya adalah Ayah, dan tertanggungnya si anak.

Manfaat yang didapat:

1.  UP jiwa (dibuat minimal, agar proyeksi nilai tunai yang terbentuk bisa maksimal) = 60 juta

2.  Proyeksi nilai tunai yang terbentuk (18%) saat anak usia 18 tahun (masuk kuliah) = 483 juta

Keunggulan ilustrasi 1:

1.  Manfaat bebas premi jika Ayah mengalami resiko.

2.  Proyeksi nilai tunai yang terbentuk bisa besar, namun ingat: sesuai hukum investasi bahwa investasi yang terbentuk ini nilainya TIDAK dijamin.  Bisa lebih kecil ataupun lebih besar dari proyeksi pada ilustrasi tersebut.

3.  Allianz akan tetap membayarkan premi sampai seolah-olah si Ayah berusia 65 tahun.  Sehingga tujuan menabung untuk dana pendidikan akan tetap tercapai (dilihat dari nilai investasi yang terbentuk)

4. Ilustrasi ini biasanya bisa ditambah dengan Askes untuk si Anak. Sehingga sang Anak punya proteksi asuransi kesehatan sekaligus “asuransi pendidikan”nya

Kekurangan ilustrasi 1:

1.  UP jiwa ini hanya akan cair apabila tertanggung (si anak) yang pindah dunia.

2.  Bila Ayah yang pindah dunia, tidak ada UP yang cair (tidak ada Uang TUNAI dalam jumlah BESAR sebagai pengganti penghasilan Ayah yang hilang). Sehingga ahli waris harus menggantikan peran Ayah untuk berpenghasilan agar bisa tetap ada biaya hidup bulanan.  Siapkah ahli waris untuk mulai produktif berpenghasilan dari “nol” setelah berhasil “menata hati” karena kehilangan sosok pencari nafkah utama???  Apakah hal ini menjadi pertimbangan Anda?

3.  Bila Ayah mengalami resiko sakit kritis atau pindah dunia, maka hanya dapat manfaat bebas premi saja.  Alias preminya dibayarin Allianz, agar tetap bisa nabung untuk siapkan dana pendidikan.

4.  UP jiwa terlalu kecil.  Apakah Anda yakin nilai UP kecil ini cukup untuk biaya hidup kelak?

5. Ilustrasi 1 ini sejatinya melindungi tujuan menabungnya untuk dana pendidikan. Tetapi jika ditambahkan Askes untuk sang Anak maka porsi investasinya berkurang, sehingga hasil investasi bisa menjadi kurang maksimal.

ILUSTRASI 2.

Pada ilustrasi 2, sebenarnya merupakan komposisi dari asuransi jiwa, jadi ilustrasi ini bukan ilustrasi asuransi pendidikan.  Melainkan asuransi jiwa yang ada nilai tunai yang bisa diambil sebagian, untuk dimanfaatkan sebagai dana pendidikan.

aspend-pake-asji-ayahnya-300_200_lgkp11m_18th324jtKeterangan Ilustrasi di atas:

Pemegang polis dan tertanggung adalah = Ayah.  Premi 500 ribu perbulan (sama dengan premi di ilustrasi 1).  Masa bayar 18 tahun (saat anak kuliah).  Manfaat yang didapat:

1.  UP jiwa dasar       = 250 juta

2.  UP jiwa term life = 250 juta

3.  UP kecelakaan     = 200 juta

4.  UP cacat tetap      = 200 juta

5.  UP sakit kritis      = 200 juta

TOTAL Proteksi UP = 1.1 Miliar

6.  Bebas premi

7.  Nilai tunai (proyeksi 18%) = 384 juta

Pembahasan:

Total UP jiwa yang cair bila Ayah alami resiko pindah dunia sebelum usia 70 tahun = 500 juta + nilai tunai

Bila Ayah alami resiko kecelakaan, cacat tetap, sakit kritis, UP yang cair masing-masing resiko = 200 juta.

Bila skenario yang terjadi:  Ayah kecelakaan, alami cacat tetap, kemudian sakit kritis, dan beberapa waktu kemudian meninggal dunia, maka UP yang cair adalah = 200 juta + 200 juta + 200 juta + 500 juta = 1,1 Miliar + nilai tunai.

UP yang cair ini dapat dimanfaatkan oleh ahli waris untuk biaya hidup dan ditabung.

Yang perlu menjadi pertimbangan adalah:

1. bagaimana apabila selama waktu menabung, terjadi resiko pada si penabung?

2. apakah Anda sudah punya cukup banyak aset untuk dijual (sehingga ada uang tunai dalam jumlah besar) yang sekiranya akan Anda manfaatkan sebagai biaya akibat resiko yang terjadi pada penabung?

Ilustrasi 2 ini memberi kenyamanan dan solusi finansial bagi si penabung dan keluarganya.

Anda tidak perlu menguras tabungan yang Anda kumpulkan dengan susah payah dan selama bertahun-tahun tsb, hanya untuk membiayai akibat dari resiko yang terjadi.  Biarkan asuransi yang membantu Anda dengan adanya UP (Uang Pertanggungan).

Bila terjadi resiko pada penabung, maka ada Uang TUNAI dalam jumlah BESAR yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan biaya hidup yang berkurang atau bahkan hilang, karena pencari nafkah berkurang produktifitas kerjanya, atau bahkan terputus penghasilannya.

ILUSTRASI 3.

Ilustrasi 3 ini mirip dengan ilustrasi 2.  Yang membedakan adalah besarnya premi yang dibayarkan, yaitu 600 ribu perbulan.  Dengan premi yang hanya selisih 100 ribu perbulan dibandingkan ilustrasi 2, kita lihat hasilnya yuk…

aspend-pake-asji-ayahnya-500_100_lgkp19m_18th272jtKeterangan Ilustrasi di atas:

Pemegang polis dan tertanggung adalah = Ayah.  Premi 600 ribu perbulan (selisih 100 ribu perbulan dibanding ilustrasi 2).  Masa bayar 18 tahun (saat anak kuliah).  Manfaat yang didapat:

1.  UP jiwa dasar       = 340 juta

2.  UP jiwa term life = 660 juta

3.  UP kecelakaan     = 300 juta

4.  UP cacat tetap      = 300 juta

5.  UP sakit kritis      = 300 juta

Total Proteksi UP = 1.9 Miliar

6.  Bebas premi

7.  Nilai tunai (proyeksi 18%) = 321 juta

Pembahasan:

Total UP jiwa yang cair bila Ayah alami resiko pindah dunia sebelum usia 70 tahun = 1 Miliar + nilai tunai

Bila Ayah alami resiko kecelakaan, cacat tetap, sakit kritis, UP yang cair masing-masing resiko = 300 juta.

Bila skenario yang terjadi:  Ayah kecelakaan, alami cacat tetap, kemudian sakit kritis, dan beberapa waktu kemudian meninggal dunia, maka UP yang cair adalah = 300 juta + 300 juta + 300 juta + 1 Miliar = 1,9 Miliar + nilai tunai.

UP yang cair ini dapat dimanfaatkan oleh ahli waris untuk biaya hidup dan ditabung.

Yang menjadi pertimbangan adalah:

1.  bagaimana apabila selama waktu menabung, terjadi resiko pada si penabung?

2.  apakah Anda sudah punya cukup banyak aset untuk dijual (sehingga ada uang tunai dalam jumlah besar) yang sekiranya akan Anda manfaatkan sebagai biaya akibat resiko yang terjadi pada penabung?

Ilustrasi 3 ini juga memberi kenyamanan dan solusi finansial bagi si penabung dan keluarganya.

Anda tidak perlu menguras tabungan yang Anda kumpulkan dengan susah payah dan selama bertahun-tahun tsb, hanya untuk membiayai akibat dari resiko yang terjadi.  Biarkan asuransi yang membantu Anda dengan adanya UP (Uang Pertanggungan).

Bila terjadi resiko pada penabung, maka ada Uang TUNAI dalam jumlah BESAR yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan biaya hidup yang berkurang atau bahkan hilang, karena pencari nafkah berkurang produktifitas kerjanya, atau bahkan terputus penghasilannya.

Premi hanya selisih 100 ribu perbulan (dibanding ilustrasi 2), namun total UP selisihnya sampai 800 juta, lho!

Ilustrasi 2:  Premi 500ribu/bulan, dapat Total UP = 1.1 Miliar

Ilustrasi 3:  Premi 600 ribu/bulan, dapat Total UP = 1.9 Miliar

Premi yang disetor hanya selisih 100 ribu/bulan, namun total UP selisihnya 800 juta.

Apakah angka ini menjadi pertimbangan Anda juga?

KESIMPULAN:

1.  Komposisi ilustrasi 2 dan 3 lebih memberikan kenyamanan dan solusi finansial bagi si penabung (Ayah) karena Ayah mendapat proteksi penuh dari “segala penjuru” kemungkinan resiko, dan bagi keluarganya.

2.  Ilustrasi 3 lebih maksimal dalam nilai UP bagi si penabung, walau hanya selisih 100 ribu.

3.  Ilustrasi 1 nasabah hanya mendapat manfaat nilai tunai yang besar (tapi ingat hukum investasi:  high risk high return, dan nilai investasi tidak dijamin) serta bebas premi.  Padahal apabila terjadi resiko yang menyebabkan “penghasilan berhenti” pada si penabung (Ayah), banyak sekali hal yang harus “dibangun kembali” oleh keluarga yang ditinggalkan, yaitu: psikis, mental, rasa percaya diri, kehangatan keluarga, tak ketinggalan finansial yang sudah kehilangan sumbernya…  Harus mulai lagi dari nol untuk bisa menikmati kehidupan “normal” kembali…

Saya sudah pernah ada di posisi itu, jadi cukup paham bagaimana rasanya…

4.  Bila penabung / pencari nafkah sehat walafiat, maka akan terus produktif berpenghasilan, sehingga bisa menabung ataupun berinvestasi (melalui instrumen investasi di tempat lainnya) untuk persiapan dana pendidikan, dana religi (naik haji dll).  Dan bila penabung / pencari nafkah mengalami suatu resiko, ada asuransi yang membantu.

Jadi aset yang Anda bangun selama masa produktif akan tetap terjaga yang kelak pasti diwariskan pada anak, bukan?

5.  Paling penting untuk diingat: Tujuan Utama Asuransi adalah PROTEKSI, bukan investasi. Untuk lebih mendalamkan pemahaman Anda,  silahkan klik artikel berikut:    DISINI    dan    DISANA

Bila Anda mempunyai Ayam yang bertelur emas, mana yang Anda lindungi?

Ayam-nya ATAU telur emas-nya?

Silahkan membuat keputusan yang bijak untuk solusi finansial Anda dan keluarga 🙂

Salam hangat,

M.Ibnu Setiawan | HP/WA: 085726127497 | BBM 5748E6A0 | Email: m.ibnu.setiawan@gmail.com

(SUMBER, dengan beberapa perubahan)

Iklan

One response to “Perbandingan Komposisi Ilustrasi Asuransi Pendidikan

  1. Ping-balik: Selamat Hari Asuransi Nasional. Ingat Ya.. Asuransi Itu Proteksi, Bukan Investasi. | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s