Cerita Pengalaman Mencari Produk Asuransi Murni Berjangka (Termlife) Berakad Syariah

familyAsuransi, kalo kata itu terdengar di telinga saya, yang pertama terpikirkan adalah asuransi kesehatan. Karena saya berada di keluarga yang background-nya pegawai kantor bumn, produk asuransi yang sangat friendly adalah askes. Keduanya adalah asuransi pendidikan, karena ayah saya dulu ketika kami anak-anaknya masih kecil, pernah ikut asuransi pendidikan untuk rencana biaya pendidikan saya dan adik-adik saya. Ya dua asuransi itulah yang saya tau.

Seiring berjalannya waktu hingga akhirnya berkeluarga, saya mulai belajar tentang perencanaan keuangan. Saya akui saya sangat terlambat untuk belajar ilmu ini. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 🙂

Dari awal saya sudah menyebut kata asuransi. Ya, ada apa dengan asuransi? Asuransi adalah salah satu hal yang penting dalam perencanaan keuangan, karena dengan asuransi kita berikhtiar mengelola resiko dalam hidup. Asuransi buat saya itu seperti punya Back UP Plan untuk pencapaian Tujuan Keuangan di masa depan. Jadi, perannya penting sekali.

Saya pun bertanya pada mbah google? Bertanya tentang asuransi dan perencanaan keuangan keluarga. Wangsit yang keluar kebanyakan adalah produk asuransi jiwa dan kesehatan berbalut investasi. Ya banyak promo, nabung 10 tahun gratis asuransi seumur hidup. Wow fantastik dan menarik. Nama asuransinya unit link. Bertanyalah lagi saya sama mbah google. “Mbah, unit link itu apa?”. Mbah google memberikan wangsitnya lagi, “Produk asuransi jaman sekarang, 2 in 1, asuransi plus investasi, ga repot, ga ribet. tapi para pakar perencana keuangan malah menyarankan asuransi tradisional, lebih simpel, namanya term life”

Hehehe :D. Percakapan imajiner saya dengan “mbah google” di atas merupakan gambaran saya mencari asuransi melalui dunia maya, googling, baca banyak artikel hingga akhirnya saya berkeputusan mencari asuransi jenis term life dan kalau bisa yang berakad syariah. Lho kenapa syariah? Ya, karena ada perbedaan yang saat mencolok pada niat dan akad asuransi syariah. Yaitu ketika berasuransi syariah, kita niatnya “nyumbang” atau tolong menolong antar nasabah. Perusahaan hanyalah bagian petugas “administrasi” yang mengelola “uang sumbangan” dan berhak mendapatkan fee jasa pengelolaan. Tentunya pengelolaan “uang sumbangan” itu tidak boleh dimanfaatkan pada hal-hal yang melanggar syariah. Setidaknya buat saya pribadi perihal hal akad ini akan menimbulkan rasa tentram dan nyaman di hati.

30-yearSetelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 1 ilustrasi unit link dan 3 ilustrasi asuransi murni/termlife. Saya memutuskan untuk membandingkan produk asuransi murni saja setelah banyak baca artikel tentang pemisahan asuransi dan investasi. Selain itu akhirnya saya juga memutuskan untuk berinvestasi dinar emas melalui m-dinar. Dan saat ini sedang melirik investasi di reksadana syariah. Profil saya: Pria, usia 30 tahun, tidak merokok, pekerjaan wiraswasta, membutuhkan proteksi asuransi jiwa dengan UP 1 Miliar. Ilustrasi yang pertama yang saya dapat, produk syariah, premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional, premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,33 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, waktu itu gak bisa bayar bulanan. Trus yang ketiga termlife konvensional juga, preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

Catatan penting:
* premi dibayar tahunan, tidak bisa bulanan. Hal ini menurut saya penting untuk dipertimbangkan, karena jika dibayar bulanan tentunya akan meringankan.
* saya membutuhkan proteksi hingga usia 55-60 tahun, yaitu usia rata-rata pensiun di Indonesia, baik PNS atau swasta. Sembari saat ini menata aset untuk persiapan pensiun. Dengan tenor maksimal 15-20 tahun, artinya masih butuh perpanjangan asuransi lagi selama 10-15 tahun. Tentunya pada saat itu premi akan jadi berlipat-lipat.
* khusus tentang perpanjangan, ada hal yang perlu dipertimbangkan juga, yaitu ada tidaknya fasilitas garansi perpanjangan. Pada ilustrasi ini jika perpanjangan akan tetap ada cek medis. Kenapa harus ada garansi perpanjangan? Karena kita tidak pernah tau kondisi kita pada saat akan perpanjangan. Bisa saja ketika hendak akan perpanjangan kita dalam kondisi sedang sakit atau habis dirawat dari rumah sakit. Tentunya ketika perpanjangan, hal ini bisa mempengaruhi underwriting perpanjangan polis kita. Sedangkan jika ada garansi perpanjangan, maka kita tidak perlu khawatir tentang pengajuan perpanjangan polis kita. Perusahaan akan menerima pengajuan perpanjangan polis kita, sehingga kita akan tetap mendapatkan proteksi asuransi jiwa.

Sempet puyeng dengan catatan di atas. Kadang jika pilihan ada banyak akan sulit milih. Tapi kalo pilihan cuma ada satu dan ada beberapa catatan, malah bikin serba salah rasanya. Apakah ada solusi lain? Apa harus ambil term life yang non-syariah yang tenornya bisa sampai 20 tahun dan bisa bayar bulanan juga bergaransi perpanjangan? Sedangkan informasi yang bertebaran  di internet kebanyakan produk asuransi syariah yang dijual itu produk unit link. Hingga akhirnya di ujung kepuyengan, saya buka laptop trus iseng aja ngetik di google: “Unit link UP 1 Miliar berapa preminya”. Eh nemu link sebuah produk unitlink dari Allianz yang promosi pemasarannya tidak sebagai produk 2 in 1 (investasi dan asuransi jadi satu). Tapi Produk unitlink ini dikenalkan sebagai produk asuransi. Ditonjolkan fungsi utamanya adalah untuk Proteksi Penghasilan. Ada versi syariahnya pula.

Saya jadi ingat catatan yang dibuat Aidil Akbar tentang unitlink. Jika kita ‘terpaksa memilih unitlink’ ada beberapa yang harus diperhatikan:

1. Hitung kebutuhan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa dengan benar
2. Jangan pernah beranggapan produk unitlink sebagai produk 2 in 1
3. maksimalkan premi masuk ke keranjang asuransi
4. Beli UP tambahan kalau kurang.

Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, karena hasil investasi difungsikan sebagai dana back up untuk mensubsidi biaya polis di masa mendatang. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

Disini ada hal yang menggelitik saya. Ada 2 produk yang berbeda jenis namun bisa memberikan proteksi yang sama besar, meski agak berbeda sedikit preminya. Yang satu Produk termlife dengan premi 336 ribu per bulan. Dan satunya lagi Produk unit link syariah dari Allianz yang preminya 355 ribu per bulan. Sebagai testing terhadap 2 produk ini saya mencoba menambahkan rider pembebasan premi karena cacat tetap total dan atau penyakit kritis. Ternyata premi keduanya jadi sama, 375 ribu per bulan. Bahkan yang di Allianz selain membebaskan premi, akan membayarkan premi hingga usia 65 tahun jika mengalami cacat tetap total atau terdiagnosa penyakit kritis (rider payor), sedangkan yang produk term life ridernya hanya pembebasan premi (waiver).

Dan alhamdulillah, pada bulan Desember 2014, saya memutuskan memilih produk Unit Link Allianz yang bernama Tapro Allisya Protection Plus ini sebagai produk asuransi untuk Proteksi Penghasilan Keluarga saya. Ya, akhirnya kepuyengan saya memudar. Kekakuan pikiran mencari produk asuransi termlife berakad syariah berujung pada produk asuransi unit link berakad syariah yang sangat pro terhadap kebutuhan nasabah. Baru saya sadar, unitlink atau termlife itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak memilih sebuah produk asuransi.

Inilah cerita bagaimana pengalaman saya mencari proteksi asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan keuangan keluarga saya. Jika ada yang ingin berbagi cerita sila tinggalkan komentar di bawah artikel ini. Atau jika ada yang ingin tanya-tanya lebih lanjut tentang produk Tapro Allisya Protection Plus yang saya pilih, sila kontak email, nomor HP, atau BBM saya di bagian paling bawah artikel ini. Karena saya saat ini sudah menjadi agen asuransinya.

Salam,

M. Ibnu Setiawan
HP/WA : 085726127497
BBM : 5748E6A0
Email : m.ibnu.setiawan@gmail.com
Admin Blog http://agenasuransisyariah.com

Iklan

5 responses to “Cerita Pengalaman Mencari Produk Asuransi Murni Berjangka (Termlife) Berakad Syariah

  1. Ping-balik: Pengalaman Menabung Dinar Emas dengan M-Dinar | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

  2. Ping-balik: Unit Link, antara Investasi atau Proteksi | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

  3. Ping-balik: 1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

  4. Ping-balik: Cerita Pengalaman Mencari Produk Asuransi Murni Berjangka (Termlife) Berakad Syariah | Good Day

  5. Ping-balik: Mencegah Pencari Nafkah Dari Impoten Finansial dengan Asuransi | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s