Apapun Rencana Keuangan Keluarga Anda, Pastikan Terproteksi dengan Asuransi

proteksi rencana keuangan

Sebagai sebuah keluarga, tentunya kita menginginkan hal yang terbaik untuk semua anggota keluarga tercinta, termasuk tentang kesejahteraan di masa depan. Mari kita bahas apa aja sih yang biasa direncanakan dalam sebuah keluarga kaitannya dengan persiapan keuangan di masa depan.

Rencana Pendidikan Anak

Pendidikan adalah investasi masa depan. Ya, banyak peluang terbuka dengan adanya pendidikan. Pendidikan yang semakin tinggi akan semakin membuka luas wawasan dan kesempatan. Sebagai orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Termasuk tentang pendidikan.

Tidak dapat dipungkiri, biaya masuk sekolah dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi semakin lama semakin naik. Dan akan lebih baik jika dimulai sejak dini mempersiapkan dana pendidikan untuk anak kita. Karena semakin dini persiapan kita tentunya akan semakin ringan dana yang akan kita siapkan.

Bagaimana mempersiapkan dana pendidikan tersebut? Caranya adalah dengan investasi. Kenapa?? Karena jika hanya mengandalkan tabungan di bank atau rencana asuransi pendidikan yang biasa, tidak akan bisa menutupi biaya yang akan datang. Misalnya anak kita baru berusia 1 tahun, kita mengikuti program tabungan atau asuransi pendidikan sebesar 500 ribu per bulan. Dalam ilustrasi tabungan atau asuransi pendidikan, ada angka-angka yang cukup besar, ketika kuliah akan mendapatkan dana 50 juta plus tambahan bagi hasil sebesar 10 juta sehingga total 60 juta rupiah. Ya sangatlah besar angka tersebut pada saat ini. Tapi apakah cukup ketika anak kita masuk kuliah nanti?? Saat ini banyak artikel di internet yang bertebaran tentang merencanakan dana pendidikan. Bisa melalui reksadana, emas batangan atau dinar emas. Ingat, carilah artikel yang benar, yaitu tentang investasi murni untuk dana pendidikan, jangan yang berkait dengan asuransi.

Rencana Naik Haji

Bagi keluarga muslim, hal ini pasti sangat didambakan. Istilah “berhaji jika mampu” sepertinya untuk saat ini sudah tidak relevan lagi. Karena saat ini jika ingin berhaji, mampukanlah diri. Caranya?? dengan berinvestasi. Anda bisa googling, “apa bisa berhaji dengan uang 100 ribu?”. Akan banyak artikel yang mengatakan pasti bisa! Caranya?? Balik lagi, yaitu berinvestasi. Sisihkanlah dari penghasilan kita, niatkan untuk ke Baitullah, hitung berapa kebutuhan ONH di masa depan pada saat usia yang ingin kita rencanakan, dan berinvestasilah pada instrumen yang tepat. Kunci suksesnya adalah disiplin diri. Dengan persiapan memampukandiri kita, Insya Alloh kita akan segera menjadi tamu Alloh.

Rencana Pensiun

Buat kita yang berprofesi sebagai pegawai, baik swasta atau PNS. Setelah bekerja bertahun-tahun tentunya saat ingin menikmati hari tua dengan kondisi yang baik. Untuk yang PNS, akan ada uang pensiun yang budgetnya telah dipotong dari gaji tiap bulan. Pertanyaannya, apakah cukup uang pensiun yang telah disiapkan pemerintah? Untuk yang pegawai swasta apalagi, tentunya harus lebih persiapan lagi. Karena banyak perusahaan swasta yang tidak memberikan tunjangan pensiun. Bagaimana caranya?? Sama seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu dengan berinvestasi. Berapa kebutuhan pensiun di masa depan, berapa lama waktu persiapannya, berapa dana yang harus disiapkan, diinvestasikan dimana, dan lain-lain. Semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu bisa kita cari dengan mudah di internet.

Rencana Berwirausaha dan Mengembangkannya

Setelah sebelum-sebelumnya selalu berbicara tentang investasi. Untuk hal ini kita membicarakan hal lain, yaitu tentang bisnis. Buat kita yang berprofesi sebagai wiraswasta, hidup kita tergantung dengan bisnis atau usaha kita, karena ibarat kata, kita makan dari jualan. Ya jual apapun, barang atau jasa. Tentunya kita ingin usaha kita berkembang, semakin berkembang insyaAlloh akan semakin membuka lapangan pekerjaan dan memberikan banyak manfaat dari bisnis kita untuk masyarakat. Dan mau tidak mau, suatu saat akan butuh tambahan modal kerja, entah dari manapun itu. Dengan tambahan modal yang bisa kelola dengan baik, kita bisa mengembalikan pinjaman tersebut dengan cara mencicil, menyisihkan dari keuntungan bisnis, sembari mengembangkan usaha.

Ada juga yang berprofesi sebagai pegawai atau PNS tapi punya semangat untuk berwirausaha. Sedikit demi sedikit menabung untuk modal usaha, danpunya impian ketika usaha itu bisa berjalan dan berkembang nantinya akan menjadi kegiatan menghasilkan ketika pensiun. Atau bisa juga menjadi agen produk network marketing, sembari menimba ilmu berwirausaha dari perusahaan network marketing tersebut, dan juga punya impian menjadi seorang leader yang baik dan berpenghasilan cukup besar, serta bisa diwariskan untuk keluarga. Tentunya dari gaji sebagai pegawai, disisihkan juga sedikit demi sedikit untuk modal operasional dalam menjalankan bisnis network marketing tersebut.

Memproteksi semua rencana tersebut di atas.

Ya, dari semua rencana yang telah disebutkan di atas. Ada benang merah yang sama, yaitu Penghasilan Kita. Dari Penghasilan tersebutlah kita menyisihkan dana untuk rencana-rencana keuangan di atas. Untuk rencana dana pendidikan, pensiun, atau naik haji, kita perlu menyisihkan dari penghasilan kita untuk berinvestasi. Untuk berwirausaha dan mengembangkannya, kita perlu menyisihkan dari gaji untuk tabungan sebagai modal awal usaha jika kita masih berstatus sebagai pegawai. Atau ketika kita mulai membayar cicilan pinjaman modal usaha, kita harus menyisihkan dari penghasilan atau keuntungan bisnis.

Pertanyaannya, bagaimana jika karena satu dan lain hal, penghasilan kita terhenti?? Bagaimana nasib rencana-rencana masa depan yang sudah kita buat untuk keluarga kita tercinta???

tapro 5 jari

Ilustrasi di atas menggambarkan resiko-resiko kehidupan manusia yang tidak dapat kita hindarkan dan tentukan. Kita tidak akan pernah tahu, resiko apa yang akan kita alami, kapan terjadinya salah satu dari resiko tersebut. Karena resiko-resiko ini semua adalah suatu hal yang tak terduga dari luar pikiran kita dalam perjalanan hidup ini. Dan bahkan sebagian di antaranya terlalu berat untuk ditanggung sendirian, yaitu sakit kritis, kecelakaan, cacat total, dan meninggal dunia. Tak ada yang bisa memilih, dan tak ada yang tahu waktunya.

Oleh karena itu, langkah paling bijak adalah menyiapkan sebuah skenario yang memberikan perlindungan penghasilan keluarga yaitu dengan proteksi asuransi jiwa, dengan memiliki polis Tapro Allisya. Sehingga rencana keuangan keluarga tercinta di masa depan tetap bisa terwujud. Mempunyai Proteksi Penghasilan Keluarga adalah penyempurna ikhtiar kita untuk merencanakan masa depan terbaik untuk keluarga. Ingin Punya Proteksi Penghasilan untuk Keluarga Anda? Sila kontak nomor dan email di bagian bawah artikel.

Salam,

M. Ibnu Setiawan
HP/WA : 085726127497
BBM : 5748E6A0
Email : m.ibnu.setiawan@gmail.com
Blog: http://agenasuransisyariah.com

Baca juga:
Berapa Nilai Ekonomis Diri Kita?
5 Hal Penting yang Bisa Hilang dalam Hidup Kita
Lengkapi Perencanaan Keuangan Anda dengan Asuransi Jiwa
Anggaran Belanja untuk Proteksi Penghasilan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s