Harga Sebuah Penundaan

demi-waktuCerita berikut adalah sebuah kejadian nyata yang bisa menyadarkan diri kita akan pentingnya proteksi asuransi bagi keluarga kita tercinta dan segera mengambil keputusan serta tidak menunda dengan alasan apa pun itu demi yang kita sayangi.

Bulan April ini saya mendapatkan dua kabar yang mengejutkan dan cukup menakutkan. Kabar pertama, calon nasabah saya meninggal dunia sebelum bertemu dengan saya untuk mendaftar asuransi. Kabar kedua, nasabah saya yang sudah mendaftar asuransi meninggal dunia sebelum polisnya disetujui. Dua-duanya adalah kepala keluarga.

Apa yang bisa saya lakukan? Saya hanya bisa mengucapkan turut berdukacita, tidak lebih dari itu.

Tentang Kabar Pertama

Calon nasabah saya ini seorang pria umur 53 tahun, tinggal di Jakarta Selatan. Istrinya sudah membuka polis Tapro Allisya Protection Plus sejak akhir 2014 dengan fokus manfaat pada askes rawat inap. Pada awal akhir Maret 2015, dua anaknya menyusul didaftarkan, juga dengan fokus manfaat rawat inap.

Pada awal April, sang istri yang selama ini berhubungan dengan saya, berkata bahwa ia ingin mendaftarkan suaminya juga. Suaminya seorang perokok, tapi sehat dan tidak pernah rawat inap. Dalam soal asuransi, keluarga ini memprioritaskan manfaat rawat inap dengan sistem cashless. Rencananya, polis yang akan diambil utk sang suami preminya 1 juta per bulan, dengan manfaat UP jiwa 75 juta, 49 penyakit kritis 75 juta, dan HSC (rawat inap) plan kamar 1jt. Jadi, seperti halnya istri dan dua anaknya, fokus manfaatnya di askes rawat inap.

Tapi sebelum memperoleh waktu yang tepat untuk bertemu, pada hari Kamis minggu kedua April, dia mengabari saya bahwa suaminya telah meninggal dunia karena serangan jantung.

Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Tentang Kabar Kedua

Saya mendapat kabar kedua ini sebulan setengah setelah kejadian. Rabu 15 April 2015, istrinya menelepon saya, berkata bahwa ia bermaksud mengubah ahli waris pada polisnya. Saya belum mengerti maksudnya apa, sampai dia berkata bahwa suaminya telah meninggal dunia, diduga karena serangan jantung. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Suami istri ini bertemu dengan saya di rumahnya di Jakarta Barat pada hari Sabtu tanggal 14 Februari 2015. Sang suami telah menghubungi saya sekitar setahun sebelumnya, telah beberapa kali berdiskusi dan meminta ilustrasi, namun baru memutuskan saat itu. Umur 31 tahun, dia membuka polis Tapro Allisya dengan premi 350rb per bulan, manfaat UP jiwa 750 juta, Ci100 150 juta, dan Payor benefit. Sang istri seorang ibu rumah tangga yang baru berhenti dari pekerjaannya, umur 30 tahun, membuka polis juga dengan premi 350 ribu per bulan, manfaat UP jiwa 350 juta, Ci100 350 juta, dan Payor benefit.

Rupanya, 5 hari setelah bertemu saya, sang suami mendadak jatuh dari kursi saat mengobrol di ruang tamu. Langsung dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong dalam 3 jam. Kemungkinan besar serangan jantung, karena suaminya sehat tanpa riwayat sakit atau keluhan apa pun.

Saat itu tanggal 19 Februari, polisnya masih dalam proses, dan baru disetujui tanggal 23. Ketika saya mengantar polisnya dua minggu kemudian, di rumahnya ada sang ibu mertua dan saya tidak diberi tahu bahwa salah satu polis yang saya antar itu telah tidak berguna lagi.

Hikmah

Saya tidak perlu menggambarkan apa yang sekarang dialami keluarga yang ditinggalkan. Yang pasti, hikmah yang bisa diambil dari dua kabar ini antara lain agar kita tidak menunda-nunda untuk membeli asuransi, terutama asuransi jiwa.  Tidak peduli usia berapapun. Setiap penundaan ada harganya. Jika penundaan itu mengenai asuransi kesehatan (rawat inap), harganya bisa anda bayar sepulang dari rumah sakit. Tapi jika penundaan itu mengenai asuransi jiwa (meninggal dunia dan penyakit kritis), itu ibarat nasi sudah menjadi bubur dan buburnya sudah basi. []

Sumber: http://myallisya.com/2015/04/20/harga-penundaan/

Iklan

One response to “Harga Sebuah Penundaan

  1. Ping-balik: Selalu Cek Polis Asuransi Anda. Jangan Sampai Lapse! | Agen Asuransi Jiwa & Kesehatan Syariah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s