Persiapan Warisan Dan Amal Berkelanjutan

Kepada bapak-bapak atau ibu-ibu telah melewati umur 40 tahun, coba cek harta kekayaan anda, berapa jumlahnya. Dari jumlah itu, hitung berapa yang bisa diwariskan untuk anak-anak anda. Apakah mencapai 1 miliar? Jika sudah, tidakkah anda ingin menambahnya lagi? Siapa tahu di tengah jalan uang itu terpakai oleh anda untuk biaya berobat dsb, sebab semakin tua seseorang, semakin dekat ia dengan dokter dan obat-obatan.

Atau jika Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang telah berumur di atas 55 tahun, sudah pensiun dari pekerjaan utama, biaya hidup dan kesehatan terjamin, semua anak sudah mandiri dan berhasil, aset dan investasi sudah banyak, serta masih sehat wal afiat, saya ingin bertanya: “Masih adakah cita-cita yang belum tercapai?” Tentu bukan lagi cita-cita material-duniawi yang saya tanyakan kepada Bapak/Ibu, dan saya yakin bukan itu yang ingin Bapak/Ibu kejar. Yang saya maksud adalah cita-cita yang bersifat profetik (spiritual-sosial-kemanusiaan).

Ya pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan-pertanyaan yang paling tidak akan mendatangi pikiran kita disaat merencanakan pensiun, menjelang pensiun, bahkan saat pensiun, Yaitu berhubungan dengan warisan yang akan kita tinggalkan kepada keluarga kita. Sekaligus, bagi keluarga muslim, yaitu mempersiapkan amal berkelanjutan atau amal jariyah.

Tapi semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas membutuhkan dana untuk mewujudkannya, meskipun dana bukan satu-satunya. Saya membayangkan, seandainya saya punya uang miliaran rupiah, satu atau beberapa pertanyaan di atas sudah bisa saya dapatkan jawabannya sekarang juga.

Persiapan Warisan

Sekarang mari kita berhitung lagi. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan 1 miliar? Jika bapak/ibu berumur 40 tahun, anggaplah punya harapan hidup 25 tahun lagi (usia harapan hidup orang Indonesia sekitar 65 tahun). Dalam waktu 25 tahun itu, berapa yang harus dikumpulkan tiap tahun untuk mencapai 1 miliar? Yaitu sekitar 40 juta setahun. Sanggupkah untuk menyisihkan uang 40 juta setahun, atau sekitar 3,4 juta sebulan? Seandainya sanggup. Maka pada usia 65, bapak/ibu punya uang 1 miliar untuk keluarga.

Bagaimana jika umur tidak mencapai 65? Berarti yang bisa diwariskan tak lebih sebesar uang yang berhasil dikumpulkan.

Jika bapak/ibu berumur 45 tahun, maka perkiraan waktu yang dipunya 20 tahun lagi, sehingga uang yang harus ditabungkan lebih besar, yakni 50 juta setahun atau 4,2 juta sebulan.

Jika berumur 50 tahun, waktunya sekitar 15 tahun, maka yang harus dikumpulkan 67 juta setahun atau 5,6 juta sebulan.

Jika berumur 55 tahun, waktu bapk/ibu sekitar 10 tahun, maka setorann 100 juta setahun atau 8,3 juta sebulan.

Jika berumur 60 tahun, mungkin waktu bapak/ibu tinggal 5 tahun, maka yang harus ditabung adalah 200 juta setahun atau 16,7 juta sebulan.

Apakah bapak/ibu sanggup? Taruhlah sanggup, tapi jika ada cara yang lebih murah dan cepat dengan hasil besar, tidakkah bapak/ibu mau mengambilnya?

Ya, cara cepat itu ada. Yaitu melalui asuransi jiwa. Asuransi jiwa yang berlaku seumur hidup.

Dengan asuransi jiwa, bapak/ibu yang berumur 40 tahun cukup mengumpulkan uang tiap bulan 1,1 juta, atau per tahun 13,2 juta, maka uang 1 miliar sudah siap anda wariskan sejak pengajuan asuransi anda disetujui. Bapak/ibu pun tak perlu mengumpulkan selama 25 tahun, melainkan cukup 10 tahun. Total yang dikeluarkan 132 juta, tapi yang bisa diwariskan 1 miliar plus. Plusnya adalah hasil investasi yang tersedia pada saat warisan dikeluarkan.

Jika berumur 45 tahun, maka yang dikumpulkan cukup 1,5 juta per bulan.

Jika bapak/ibu berumur 50 tahun, yang dikumpulkan 2 juta per bulan.

Jika berumur 55 tahun, yang dikumpulkan 3 juta per bulan.

Jika berumur 60 tahun, cukup menyetorkan 4 juta per bulan.

Dengan program ini, uang 1 miliar sudah dimiliki sejak bulan pertama, siap untuk diwariskan kapan pun kepada keluarga bapak dan ibu.

Jika bapak dan ibu berumur cukup panjang, katakanlah sampai 70 tahun, 80 atau 90 tahun, uang 1 miliar itu tetap bisa diwariskan. Malah akan dapat pula menikmati hasil investasi yang jumlahnya melebih total setoran bapak/ibu, dan bisa jadi melebihi 1 miliar yang anda persiapkan untuk warisan. Hasil investasi ini dapat dinikmati selagi hidup.

Persiapan Amal Berkelanjutan

Untuk persiapan yang ini, saya ingin mengajak Bapak/Ibu membawa misi hidup ke tataran yang lebih tinggi, melintasi dunia fana. Jika ada yang pantas dikejar pada usia lanjut, maka itu adalah bekal perbuatan baik yang akan melapangkan kita di kehidupan selanjutnya.

Baiklah, saya tidak berpanjang kata lagi. Saya mulai dengan sebuah contoh. Misalnya Bapak/Ibu punya uang nganggur 1 miliar, ada banyak hal bisa dilakukan, antara lain:
– Memberikan pinjaman kepada 100 pengusaha kecil, masing-masing 10 juta.
– Memberikan beasiswa 1 juta per bulan kepada 10-20 mahasiswa hingga lulus kuliah.
– Mendirikan sebuah masjid, atau melemparkan uang “pecahan 100 juta” kepada 10 panitia pembangunan masjid yang kerap meminta sumbangan di jalan raya.
– Membangun sebuah gedung sekolah, atau membantu membangun kembali puluhan sekolah yang hampir ambruk.
– Mendirikan panti asuhan untuk anak-anak jalanan
– Memodali pembangunan klinik kesehatan untuk kaum duafa
– Membangun akses jalan di kampung sepanjang 5-10 kilometer.
– Membeli sebidang tanah untuk menjadi taman ataupun sarana olahraga masyarakat umum.
– Dan lain-lain.

Tapi jika saat ini uang nganggur 1 miliar tersebut belum tersedia, Bapak/Ibu bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit. Jika Bapak/Ibu bisa menabung atau berinvestasi 5 juta per bulan, uang 1 miliar bisa dicapai dalam waktu kurang-lebih 15 -18 tahun. Cukup lama, tapi tak ada salahnya dilakukan. Jika menabung 10 juta per bulan, uang 1 miliar bisa diperoleh dalam waktu sekitar 8 tahun.

Tapi ada cara yang jauh lebih cepat dan lebih murah, yaitu melalui program asuransi jiwa dari Allianz Life. Dalam waktu 1 bulan saja, uang 1 miliar sudah siap digunakan. Karena ini asuransi jiwa, maka ada syaratnya, yaitu sebagai persiapan warisan dan diniatkan untuk beramal jariyah ketika telah tiada. Tapi saya harap ini bukan masalah, karena toh niatnya untuk menambah bekal perjalanan di alam keabadian.

Jadi, berapa biayanya untuk mendapatkan dana abadi 1 miliar?

Saya akan berikan beberapa contoh, dimulai dari usia masuk 55 tahun, ketika Bapak/Ibu kemungkinan baru saja mengambil pensiun. Program ini bernama Allisya Protection Plus (Tapro Allisya). Maksimum usia masuk 70 tahun.

premi-utk-cita-cita-profetikTabel di atas adalah premi standar jika tidak dikenakan loading (tambahan biaya asuransi). Mahal? Relatif. Tapi cita-cita profetik Bapak/Ibu jauh lebih besar ketimbang cicilan ini.

Cita-cita profetik Bapak/Ibu mungkin membutuhkan dana yang lebih besar. Tak masalah. Jika ingin dana abadi 10 miliar, premi dikalikan 10. Atau mungkin tak usah sebesar itu. oke juga. Untuk dana abadi 100 juta, premi dibagi 10.

Tambahan lagi, sebagian premi yang disetorkan akan diinvestasikan, sehingga jika Bapak/Ibu berumur panjang, hasil investasinya akan kembali kepada Bapak/Ibu dan tetap bisa digunakan untuk mewujudkan cita-cita profetik apa pun yang belum kesampaian.

Jika tulisan ini kebetulan dibaca oleh Bapak/Ibu, silakan renungkan pesan ini. Jika tulisan ini dibaca oleh orang-orang yang lebih muda, silakan sampaikan pemikiran ini kepada orangtua anda.

Demikian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s