Jangan Anggap Remeh Uang Receh

recehPernahkah Anda membeli kebutuhan sehari-hari di warung, toko kelontong, atau bahkan di swalayan modern dan menerima kembalian koin atau receh? Atau Anda malah mendapatkan permen sebagai kembalian? :-D. Bukan permen sebagai pengganti kembalian yang akan dibahas kali ini, akan tetapi uang koin atau recehan. Terkadang kita sendiri malah merasa ‘ogah’ menerima uang koin yang hanya senilai 100 atau 200. Tapi lo tau gak sih, uang koin bisa sangat bermanfaat saat sedang kesulitan. Mau tau caranya?

  1. Siapkan celengan
  2. Mulailah membiasakan diri setiap ada uang koin atau receh, masukkan ke celengan. Jangan biarkan berserakan di sembarang tempat misalnya di meja, kantong celana, dompet, atau tas kita.
  3. Pisahkan berdasarkan pecahannya. koin 100 punya wadah/celengan sendiri, 200, dan 500an juga sendiri.
  4. Punyalah target. Misalnya minimal sekali sehari ada uang koin yang dimasukkan setelah pulang bekerja.

Terinspirasi film animasi “Up”, dimana ada adegan tokoh Mr. Fredricksen dan istrinya yang selalu memasukkan koin ke dalam toples sebagai tabungan untuk travelling ke amerika selatan. Tetapi di tengah perjalanan menabung selalu toples yang berisi recehan itu dipecahkan karena ada kebutuhan lain. Dari cerita itu dapat kita simpulkan bersama bahwa uang receh pun ternyata bisa berguna untuk membantu keuangan kita. Dari uang yang kita anggap “kecil”, bahkan kita bisa punya tabungan cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s